24 Juli DPD Golkar ketemu JK, bahas pelengseran Ical
Merdeka.com - Posisi Aburizal Bakrie (Ical) sebagai ketua umum Golkar terus digoyang. Penyebabnya, Ical dianggap gagal membawa partai sukses di pemilu legislatif dan pilpres.
Ketua DPP Golkar Yorrys Raweyai mengatakan, sejumlah DPD sudah sepakat untuk menggelar Munas pemilihan ketua umum baru usai pilpres. Menurut dia, hanya satu DPD yang menolak, DPD Sultra pimpinan Ridwan Bae.
"DPD 1 ada 33, dia cuma ada 1 orang, mayoritas sudah mendukung, justru mereka mendesak jadi kita fasilitasi," kata Yorrys saat dihubungi, Jumat (18/7).
Yorrys menyatakan, para DPD ingin Ical diganti karena hasil perolehan Golkar di Pemilu 2014 dinilai hancur. Namun dia menegaskan, Golkar akan menggelar Munas setelah pilpres, bukan Munaslub.
"Ini silence majority karena pilkada hancur pileg hancur pilpres hancur jadi gagal. Makanya bikin Munas saja bukan Munaslub. Enggak ada yang bilang Munaslub," tegas dia.
Wacana ini bukan omong kosong, dia menambahkan, pada 24 Juli nanti JK akan mengumpulkan seluruh DPD untuk membahas hal ini. Dia yakin, Munas akan digelar karena banyak dapat dukungan dari DPD.
"Nanti 24 Juli seluruh DPD 1 silaturahmi dengan Pak JK. Di situ baru kita lihat, DPD 1 yang enggak mau itu yang mana. Itu kan cuma satu orang dari Ridwan. Coba tanya Sulbar, Lampung, Jogja, Jateng, Jabar semua pada minta Munas. Kita hanya mau menyelamatkan partai," pungkasnya.
Diketahui, hasil Munas Riau pada tahun 2009 lalu bahwa Munas pemilihan ketua umum Ical akan digelar 2015. Namun dalam AD ART partai, Munas digelar lima tahun sekali. (mdk/ded)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya