#2019GantiPresiden, Gerindra minta pemerintah tak kebakaran jenggot
Merdeka.com - Anggota Badan Komunikasi Gerindra Andre Rosiade mengatakan pemerintah, pihak berwajib hingga BIN tidak perlu kebakaran jenggot jika adanya gerakan #2019GantiPresiden. Sebab, kata dia, gerakan tersebut adalah bagian dari demokrasi.
"Sebenarnya #2019GantiPresiden maupun #Jokowi2Periode itu hal yang biasa saja. Itu bagian bunga-bunga demokrasi dan tidak perlu pemerintah, BIN, polisi kebakaran jenggot. Ini bagian dari demokrasi," kata Andre saat diskusi Re-Ide Indonesia di Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (12/9).
Dia menilai perang tagar tersebut adalah hal yang lumrah serta mendapatkan respons positif dari masyarakat. Kemudian dia menilai pihak Jokowi-Ma'ruf justru panik terkait munculnya gerakan tersebut.
"Sehingga mulai adanya persekusi mulai di Batam ada yang demo di dalam Bandara. Lalu ada persekusi di Riau, ada 30-40 orang di depan pagar bandara lalu tutup pagar bandara, lalu mbak Neno tertahan di bandara," ungkap Andre.
Dia menilai pihak Jokowi-Ma'ruf Amin tidak siap dengan kritikan. Serta tidak siap kalah sehingga ada indikasi aparat pun turut andil untuk melarang gerakan tersebut.
"Kalau kita lihat #Jokowi2Periode itu dideklarasikan itu tidak ada persekusi bahkan polisi mendukung," kata Andre.
"Padahal kalau kita baca, tidak ada cerita agama. yang ada itu simpel aja. Intinya tidak ada isu agama, tidak ada isu hoaks, tidak ada fitnah kepada pemerintah," ungkap Andre.
Kemudian dia juga meminta kepada semua pihak agar mencari simpati rakyat tidak perlu saling sikut. Aparat, kata dia, tidak perlu jadi wasit untuk mengamankan satu pihak.
"Jangan sampai polisi bilang ini kampanye di luar jadwal. Ini ranah Bawaslu dan KPU. Polisi ini polisi seluruh rakyat Indonesia, bukan hanya pendukung Pak Jokowi, tapi juga pendukung Pak Prabowo," ungkap Andre.
(mdk/eko)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya