Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Zulkifli Hasan: PAN menyatakan tidak kepada korupsi

Zulkifli Hasan: PAN menyatakan tidak kepada korupsi Ketua MPR Zulkifli Hasan. ©2018 Merdeka.com/Dwi Narwoko

Merdeka.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan Gubernur Jambi Zumi Zola sebagai tersangka. Kader Partai Amanat Nasional (PAN) ini terseret kasus dugaan menerima suap. Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan menegaskan tekad partainya untuk tidak melakukan korupsi.

"PAN menyatakan tidak kepada korupsi," katanya saat menghadiri Deklarasi Tekad Kemenangan se-Dapil Jawa Timur di Gedung Olahraga Bojonegoro, seperti dilansir Antara, Rabu (7/2).

Deklarasi ini sebagai persiapan PAN menghadapi pilkada kabupaten, pilkada gubernur/wakil gubernur dan Pemilu 2019. Deklarasi dihadiri kader dan pengurus PAN Jawa Timur.

Sebelum deklarasi di Bojonegoro itu, Zulkifli telah melakukan safari ke beberapa daerah di Jawa Timur, antara lain, Malang, Lumajang, Kediri, Madiun dan Surabaya. Bukan hanya siang, konsolidasi juga dilakukan pada malam hari.

Zulkifli mengajak masyarakat, terutama kader dan simpatisan partai untuk menghindari perilaku korupsi mulai saat ini. Ajakan seperti itu sangat penting menjelang Pilkada dan persiapan Pemilu.

"Mari mendidik masyarakat dan bangsa ini agar apa-apa jangan diukur dengan uang," tegas Ketua MPR ini.

Dia juga mengingatkan agar jangan ada transaksi-transaksi demi jabatan di legislatif dan eksekutif. Jika segala sesuatu ditentukan dengan uang maka rahmat dari langit tidak akan turun.

"Jika kerja keras dan kinerjanya baik pasti dipilih," katanya.

Zulkifli menyebutkan tiga syarat agar bangsa bisa maju. Pertama, pendidikan untuk menciptakan SDM berkualitas. Indonesia tidak cukup hanya mengandalkan sumber daya alam. Singapura, misalnya, tak punya peternakan sapi tapi bisa maju karena pendidikan.

Kedua, saling percaya. Untuk bisa maju maka semua elemen bangsa harus saling percaya. Sayangnya saat ini ada persoalan yang kadang muncul dan mengikis saling percaya.

"Kita panen jagung tapi impor jagung. Kita sedang panen padi tapi impor beras kemudian terjadi saling hujat," tuturnya.

Mantan Menteri Kehutanan ini mengajak kader PAN menjadi pelopor persatuan dan menjahit lagi persatuan dan kesatuan bangsa. Begitu juga hubungan antarparpol dan antaragama harus atad dadar saling menjaga dan saling percaya.

Ketiga, kata dia, bangsa bisa maju kalau melaksanakan nilai-nilai akhlak. Sistem nilai akan menjadi pedoman agar perilaku tidak semata-mata didasarkan uang.

(mdk/noe)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP