Yusuf Rizaldi pernah lihat Toriq merakit bom
Merdeka.com - Pengontrak rumah yang meledak di Beji, Depok, Jawa Barat, Yusuf Rizaldi, melalui jalan panjang hingga terlibat kasus terorisme. Kisahnya bermula ketika dia merantau ke Jakarta pada 2002.
Saat berangkat dari kampung halamannya di Desa Sei Siur, Pangkalan Susu, Langkat, Sumatera Utara, usianya masih 31 tahun. Semula dia tinggal di Jakarta Barat.
Di Jakarta, Yusuf berkenalan dengan S. Pria ini bahkan sudah dianggapnya sebagai saudara. "Kemudian oleh A, dia (Yusuf)dikenalkan dengan MT, lalu dengan A, lalu A. Kawan-kawannya inilah kelompok M Toriq," jelas Kabid Humas Polda Sumut Kombes Raden Heru Prakoso, Kamis (13/9).
Pada 2004 dia menikah dengan Hafsah, kemudian tinggal di rumah mertuanya di Petojo, Gambir, Jakarta Pusat. Dari pernikahan ini, mereka dikaruniai anak kembar berusia 2,5 tahun.
Pada perkembangannya, pada Juli 2012, Yusuf mengontrak di Jalan Nusantara, Beji, Depok, yang kemudian menjadi klinik pengobatan dan Yayasan Yatim Piatu Pondok Bidara. "Teman-temannya sudah sering datang dan bertamu, berawal dari pertemanan," jelas Heru.
Dalam pertemuan itu, Yusuf mengaku mengetahui Toriq merencanakan bom bunuh diri di salah satu rumah ibadah di Jakarta, Senin (11/9). Dia bahkan melihat Toriq merakit bom, namun meninggalkannya. "Dia mengaku simpati dengan teman-temannya sehingga tidak melapor," papar Heru.
Seperti diberitakan, Yusuf menyerahkan diri ke Polsek Pangkalan Susu, Langkat, Sumatera Utara, Rabu (12/9). Dia jadi buronan setelah terjadi ledakan bom di rumah yang disewanya di Beji Depok. (mdk/bal)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya