Yusril bantah ada korupsi Alquran
Merdeka.com - Pengacara Zulkarnaen Djabar, Yusril Ihza Mahendra membantah adanya korupsi pengadaan Alquran di Kementerian Agama yang diduga melibatkan kliennya. Menurutnya, proyek pengadaan Alquran pada tahun anggaran 2011 belum ada.
"Pada proyek anggaran tahun 2011 pengadaan Alquran itu belum ada, tapi lebih fokus pada pendidikan agama dan proyek pengadaan alquran itu baru ada pada tahun 2012 ini, tapi belum direalisasikan," kata Yusril di Hotel Sultan, Jakarta, Senin (9/7).
Yusril menilai, isu korupsi Alquran merupakan masalah yang sangat serius. Sebab, akan berdampak pada umat Islam.
"Seolah-olah negara ini sudah begitu rusaknya sampai Alquran pun dikorupsi, padahal hal itu tidak terjadi. Apalagi ditimpakan kepada Pak Zulkarnaen dan anaknya," kata dia.
Mantan menteri sekretaris negara di Kabinet Indonesia Bersatu jili I itu juga membantah keterlibatan anak Zulkarnaen, Dendy Prasetya dalam kasus itu.
"Anaknya itu jangankan sebagai pemenang tender, ikut saja dalam tender itu tidak, dan tidak mengetahui keberadaan perusahaan yang ikut dalam pencetakan pengadaan Alquran tahun 2011 itu," kata Yusril.
Lebih lanjut ia mengatakan, kliennya saat ini tak lagi dipanggil KPK atas kasus korupsi Alquran, melainkan atas dugaan gratifikasi.
"Gratifikasinya apa?" tanya Yusril. (mdk/dan)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya