Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Yusril: Ada konflik pribadi Hendarman dengan Romli

Yusril: Ada konflik pribadi Hendarman dengan Romli Yusril Ihza Mahendra. merdeka.com/istimewa

Merdeka.com - Pengacara senior, Yusril Ihza Mahendra mengaku merasa ada kejanggalan dari aparat penegak hukum, sehingga dia menjadi tersangka dalam kasus Sistem Administrasi Badan Hukum (Sisminbakum). Yusril menyatakan ada tiga hal yang membuatnya merasa yakin kasus tersebut dibuat-buat.

"Pertama, saya yakin ada konflik pribadi antara Jaksa Agung Hendarman Soepandji dengan Romli," ujar Yusril di kantor Ihza & Ihza Law Firm, gedung Cipta Graha, Jakarta, Kamis (31/5).

Tanpa menyebut lebih rinci lagi, namun Yusril meyakini permasalahan tersebut tidak ada kaitannya dengan kasus yang dihadapinya. Pasalnya, dia tidak pernah merasa terlibat ataupun ikut campur dalam persoalan kedua belah pihak.

"Kedua soal politik 2008 tentang Sisminbakum. Sebab, tiga bulan setelah partai saya, Partai Bulan Bintang umumkan saya sebagai calon presiden, Jaksa Agung gembar gemborkan saya telah merampok uang negara miliaran rupiah," ungkapnya dalam konferensi pers.

Atas persoalan itu, dirinya mengaku merasa dirugikan atas pernyataan dari Jaksa Agung Hendarman Soepandji tanpa pernah membuktikan kebenarannya. Bahkan, dalam jumpa pers kepada wartawan, Hendarman mengancam Yusril dengan hukuman seumur hidup.

"Dan saya tidak bisa berbuat apa-apa lagi," sahutnya singkat.

Terakhir, Yusril meyakini ada kepentingan dibalik konflik antara Siti Hardianti Rukmana atau Mbak Tutut dengan Hary Tanoesoedibjo yang memperebutkan TPI. Dia menyatakan, persoalan itu sangat aneh karena dirinya tidak pernah tersangkut apapun dengan permasalahan putri Soeharto itu.

"Ada konflik bisnis soal Hary Tanu dan Tutut soal TPI, kita enggak ada urusannya, yang ada Hartono dan itu tidak ada ujungnya sampai sekarang," kata Yusril. (mdk/hhw)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP