Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Yuddy Chrisnandi bakal jadi dubes, tapi belajar dulu di staf Wapres

Yuddy Chrisnandi bakal jadi dubes, tapi belajar dulu di staf Wapres Menpan-RB Yuddy Chrisnandi di Merdekacom. ©2015 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencopot Yuddy Chrisnandi dari posisi Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) dalam reshuffle kabinet jilid II (27/7) lalu. Yuddy sendiri mengaku tak masalah jika dicopot dari kabinet asalkan tetap mendapat jabatan sebagai Duta Besar.

Ketua Tim Ahli Wakil Presiden Sofjan Wanandi membenarkan Politikus Hanura itu akan menjadi Duta Besar. Saat ini, kata dia, Yuddy sedang bekerja di Kantor Wakil Presiden sebagai staf ahli selama 2-3 bulan untuk belajar sebelum menjabat sebagai Duta Besar.

"Sementara saja hanya 2-3 bulan saja di sini, mau belajar soal luar negeri, jadi kan dia sebenarnya di sini hanya untuk mengetahui hal-hal yang terkait luar negeri dan hal-hal yang diperlukan untuk menjadi duta besar," kata Sofjan saat dihubungi, Kamis (1/9).

Sofjan menjelaskan, Yuddy akan menjabat sebagai Duta Besar di India atau Malaysia. Dia mengatakan, pilihan menjadi duta besar di salah satu kedua negara tersebut bukan permintaan dari Yuddy. Melainkan, jabatan duta besar di kedua negara itu akan habis.

"Kemungkinan kalau tidak Duta Besar di India atau Malaysia. Kebetulan memang dua negara itu yang tak lama lagi berjadwal pergantian. Bukan request," katanya.

Seperti diketahui, Yuddy Chrisnandi mengatakan, dirinya ingin menjadi Duta Besar jika diizinkan oleh Presiden Jokowi. Hal itu Yuddy sampaikan kepada Jokowi di Istana Negara pada malam di mana dia dipanggil Jokowi sebelum reshuffle kabinet jilid II diumumkan.

"Ya memang saya ditawarkan oleh Bapak Presiden. Bapak Presiden mempertanyakan, apakah Pak Menpan punya ekspektasi tugas ke mana? Saya katakan, terima kasih pak. Ya kalau bapak percaya ke saya cukuplah saya jadi Duta Besar di negara kecil juga ga papa," kata Yuddy di kantor KemenPAN-RB.

Namun, Yuddy enggan menjadi duta besar di negara rawan konflik atau penculikan seperti Filipina yang menjadi markas kelompok teror Abu Sayyaf.

"Kalau bisa, ya, jangan negara yang ada penculikan-penculikan dong, tidak sekalian kamu (wartawan) tawarin saya ke Afganistan atau ke Suriah," seloroh Yuddy. (mdk/rnd)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP