Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Yaman bergejolak, Hj Mimien cemaskan keselamatan anaknya yang kuliah

Yaman bergejolak, Hj Mimien cemaskan keselamatan anaknya yang kuliah Hj Mimien cemaskan anaknya di Yaman. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Suasana di Yaman sedang berkecamuk oleh peperangan, dan tidak sedikit warga negara Indonesia (WNI) yang berada di negeri tersebut. Beberapa keluarga yang memiliki kerabat mengkhawatirkan tentang keselamatan mereka.

Hj Mimien Henie Irawati, warga Jalan Manggar, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang mengaku terus memantau keadaan putranya, Muhammad Khalid Abdul Azis, yang tengah belajar sejak 2011 lalu.

"Kami terus berdoa semua, semoga Allah memberi ketenangan anak kami dan semua yang berada di sana. Kami terus bershalawat dan berkomunikasi. Baru saja saya berkomunikasi lewat WhatsApp," kata Mimien saat ditemui di rumahnya, Rabu (1/4).

Anak pertamanya itu, kata Mimien, selalu menenangkan keluarganya di Malang. Khalid yang menempuh pendidikan di Saba University bercerita kalau keadaannya baik-baik, meski belum diketahui kondisi yang sebenarnya.

"Katanya yang di Tarim adem ayem, tapi yang di Sanaa memang agak tegang. Anak saya ini memang tengah ada urusan di Sanaa mengurus surat-surat. Dia selalu bilang agar keluarga tenang, 'biar Allah yang bekerja' kita diminta terus berdoa," katanya.

Khalid awalnya ikut program beasiswa di Hudaidah mengambil jurusan pendidikan, karena tidak dari pondok pesantren dia merasa kesulitan dengan kemampuan bahasa Arab. Kemudian pindah ke kampusnya yang sekarang dengan biaya sendiri.

"Saat di Tarim dia mengaku memiliki banyak teman dari Malang, tetapi tidak tahu kondisinya sekarang. Kalau sama saya dia tidak bercerita apa-apa, dia hanya minta didoakan, diridhoi, berulang-ulang 'doakan Bu ya'," katanya menirukan saat perbincangan dengan anaknya.

"Bagi Allah mudah memberi keselamatan pada anak-anak dan semua yang di sana. Kalau yang terbaik dunia akhirat, moga-moga Allah memberi jalan yang tidak terduga. Luruskan niatmu Nak menuntut ilmu," tambahnya.

Khalid sempat ikut evakuasi ke Oman, namun tentara Yaman di perbatasan memintanya kembali. KBRI saat itu meminta evakuasi, tetapi sewaktu keluar dari Sanaa dicegat tentara Yaman dan diminta kembali.

Saat ini ada 2000 mahasiswa Indonesia berada di kota Tarim dengan keadaan yang lebih aman. Kegiatan belajar mengajar di Tarim tidak ada gangguan. Sebaliknya di kota Sanaa diterapkan jam malam yang melarang warga keluar rumah.

Seperti diberitakan Yaman tengah dilanda perang saudara. Presiden Abdurabuh Mansyur al-Hadi sebagai pemimpin sah di Yaman digulingkan oleh pemberontak Syiah. Hadi sekarang melarikan diri ke Riyadh, Arab Saudi. Selama pelariannya, dia mengontak negara-negara mayoritas Islam Sunni di Teluk untuk merebut kembali pemerintahan.

Kini elemen internasional berusaha mendamaikan Saudi Arabia dan Iran, yang diyakini punya peran besar dalam konflik Yaman. Diplomat Maroko Jamal Benomar, dipilih menjadi utusan perdamaian PBB untuk mengajak pemerintah Yaman dan pemberontak membicarakan kembali gencatan senjata di Yordania. (mdk/hhw)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP