Yakin korban salah tangkap, Ratna Sarumpaet minta kasusnya di-SP3
Merdeka.com - Ketua Gerakan Selamatkan Indonesia (GSI) Ratna Sarumpaet menyebut polisi telah melakukan salah tangkap. Ketika itu, petugas menciduknya dari Hotel Sari Pan Pacific, Jumat (2/12) lalu. Dia pun mendesak agar kasusnya segera di-SP3.
"Jadi kalau menurut saya, polisi pun bisa melakukan kesalahan. Polisi bisa salah tangkap. Jadi jangan ngotot," kata Ratna di Gedung Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Kamis (22/12).
"Kalau memang sudah salah tangkap ya sudah dikasih hak salah tangkap adalah SP3. Ya enggak ada lah orang superbenar, walaupun polisi masih bisa salah," sambungnya.
Kata Ratna, kepolisian seharusnya mengecek dan memastikan terlebih dulu aktivitasnya di hotel tersebut. Sehingga, dia minta agar jangan dikaitkan dengan aksi makar.
"Pasukannya kan ada 220 orang katanya yang memberikan laporan (lihat Ratna), bisa saja kan salah satu salah ngomong oh Ratna sudah masuk, dipikir masuk ke hotel itu berarti ikut paginya (aksi 212). Berarti itu adalah asumsi. Bukan melihat dengan benar," pungkasnya.
(mdk/tyo)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya