Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Yahya Staquf Soal Persaingan dengan Said Aqil: Habis Itu Kita Bareng-bareng Lagi

Yahya Staquf Soal Persaingan dengan Said Aqil: Habis Itu Kita Bareng-bareng Lagi Yahya Cholil Staquf. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Calon Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf menanggapi santai terkait persaingannya dengan Said Aqil Siradj untuk memimpin NU. Menurutnya, ia sudah sering mengikuti situasi Muktamar NU.

"Ya normal saja, ini sudah bolak balik ini muktamar ke-34. Jadi, bukan yang pertama, ini sudah bolak balik," katanya di sela-sela Muktamar NU ke-34 di Lampung, Rabu (22/12).

Menurutnya, proses Muktamar NU selama ini tidak menggegerkan. Adanya persaingan calon adalah hal yang wajar.

"Kita sudah saksikan selama ini bahwa ini proses normal saja. Ada banyak calon kemudian ada yang terpilih dan habis itu kita bareng-bareng lagi," ucapnya.

Gus Yahya mengaku sudah memiliki program ke depan jika terpilih menjadi Ketum PBNU. Dia akan memberdayakan jaringan NU yang selama ini kapasitasnya masih belum berkembang.

"Itu akan jadi jangka panjang karena dengan strategi ini ini akan menjadi trigger untuk suatu proses konsolidasi yang lebih sistemik di dalam seluruh konstruksi organisasi NU," ujarnya.

Perbaiki Komunikasi PBNU dengan Daerah

Gus Yahya juga mengakui selama ini komunikasi pengurus pusat NU dan daerah belum terjalin lancar. Hal ini menjadi salah satu yang akan ia perbaiki jika terpilih memimpin NU.

"Permintaan yang paling menonjol yang paling sering datang dari cabang-cabang dan wilayah mereka menginginkan ada komunikasi yang lebih lancar, lebih lumintu, yang lebih bermakna antara seluruh jenjang kepengurusan ini mulai dari PBNU sampai ke ranting," katanya di sela Muktamar NU ke-34 di Lampung, Rabu (22/12).

Gus Yahya mengaku sudah menawarkan satu strategi guna membangun agenda-agenda nasional NU dan dieksekusi sebagai program-program di tingkat cabang. Sehingga, komunikasi pengurus cabang dengan pengurus pusat menjadi tumbuh untuk memantau, mengevaluasi mengadvokasi dan sebagainya.

"Ada kebutuhan untuk berkomunikasi, mungkin selama ini kurang lancar karena tidak ada kebutuhan untuk berkomunikasi karena cabang harus memikirkan programnya, PP (pengurus pusat) memikirkan sendiri," ungkapnya.

Menurutnya, banyak hal yang dikerjakan pengurus pusat NU tidak diketahui oleh pengurus cabang. Sebab, masing-masing membuat program sendiri.

"Banyak hal sebagian besar apa yang dikerjakan cabang yang lain gak tahu, apa yang dikerjakan PP, cabang gak tahu. Masing-masing bikin program sendiri-sendiri, nah kita harus konsolidasikan ini menjadi satu sistem eksekusi agenda nasional," pungkasnya.

(mdk/bal)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP