Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

WN Myanmar dijual kepada pengusaha Malaysia buat curi ikan Indonesia

WN Myanmar dijual kepada pengusaha Malaysia buat curi ikan Indonesia ABK Myanmar pencuri ikan Indonesia. ©2016 merdeka.com/martin siahaan

Merdeka.com - Kementerian Kelautan dan Perikanan berhasil menangkap tiga buah kapal pencuri ikan di perairan selat Malaka saat tengah patroli, Kamis (3/3) pagi. Ketiga kapal pencuri ikan itu berasal dari Malaysia.

Dari hasil penyelidikan sementara petugas Pengawas Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Barelang, ada indikasi perbudakan dan perdagangan manusia kepada awak berasal dari Myanmar.

"Mereka menangis saat ditangkap. Mereka mengatakan hanya dijual, dijual dijual. Kita kesulitan untuk penerjemah Myanmar," kata Kepala PSDKP Barelang, Akhmadon, Senin (7/3).

Akhmadon mengatakan, tiga anak buah kapal asal Myanmar dijual dengan harga RM 1500 kepada cukong, tanpa harus tahu melaut ke mana.

"Khusus WN Myanmar hasil investigasi terindikasi perdagangan orang. Mereka dibayar 1500 ringgit disuruh melakukan penangkapan ikan. Disuruh pemilik kapal yang Malaysia," ujar Akhmadon.

Sedangkan tiga warga Indonesia asal Tanjung, Sumatera Utara, juga mengaku tidak tahu telah melaut di perairan Indonesia.

"Kami hanya disuruh melaut bang. Dibayar 70 ringgit. Tak tahu melaut di mana, aku hanya di dalam ruang mesin," kata Syahrul kepada merdeka.com.

Ketiga warga Indonesia asal Sumatera Utara itu bernama Syahrul, Taem Simanjuntak, dan Johan. Mereka juga belum mengabari keluarganya di kampung halaman kalau ketiganya ditangkap.

Ketiga kapal pencuri ikan milik Malaysia yang ditangkap kapal patroli KKP kapal hiu 3215 dengan kapten Margiono adalah SLFA 4625, KHF 1917 dan PKFB 1512.

(mdk/ary)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP