Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

WN Australia yang tuding wanita bercadar teroris ngaku muslim

WN Australia yang tuding wanita bercadar teroris ngaku muslim bule australia yang tuduh wanita bercadar teroris diinterogasi polisi. ©2015 Merdeka.com/parwito

Merdeka.com - Warga Negara (WN) Australia bernama Erik Dewantara diamankan di Mapolrestabes Semarang. Erik dilaporkan melakukan penistaan agama karena mengusir dan menuding pengunjung mal di Semarang yang memakai cadar sebagai teroris.

Dalam pemeriksaan petugas kepolisian, Erik mengaku seorang muslim. Bahkan, dia nekat mau menunjukkan kelaminnya kepada polisi untuk meyakinkan penyidik bahwa dirinya beragama Islam.

"Saya tanya, kamu sholat? Dia jawab tidak. Sampai dia menunjukkan alat kelaminnya ke saya," kata Brigadir Yudhi S saat ditemui merdeka.com di depan Halaman Ruang SPKT Mapolrestabes Semarang Sabtu (19/12).

Dari keterangan sementara yang didapat oleh petugas polisi, Erik merupakan WN Australia yang memiliki seorang istri warga Kota Semarang, Jawa Tengah.

"Dia tinggal di Jalan Bromo itu di tempat istrinya yang merupakan warga negara Indonesia. Di situ adalah rumah ayah dari istrinya yang merupakan pansiunan anggota TNI AD," terang Yudhi S.

Erik dari pengakuan sementara merupakan pengusaha eksportir kayu dan meubel yang membuka usahanya di Kota Ukir Jepara. Namun, seiring dengan perkembangan waktu, ternyata usaha kayu dan meubelnya mengalami bangkrut.

Sampai Minggu (19/12) dini hari tadi, Erik yang menuding seorang istri ulama di Jawa Tengah teroris itu masih menjalani pemeriksaan secara intensif di Sat Reskrimum Polrestabes Semarang.

Diberitakan sebelumnya, seorang pengunjung mal di Semarang, Adzanta Bilhaq (47) melaporkan seorang WN Australia bernama Erik Dewanta ke polisi. Penyebabnya, Adzanta merasa dihina oleh Erik yang tiba-tiba menuduhnya sebagai teroris saat sedang berada di sebuah mal.

"Saya laporkan selain mempermalukan saya di depan umum juga saya laporkan dengan pasal penistaan agama," kata Adzanta Bilhaq kepada wartawan usai melaporkan di SPKT Mapolrestabes Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (19/12).

Apalagi, menurut Adzanta, saat itu dirinya sedang bersama Habib Thohir Husin Bin Ali Yahya adik ulama besar Habib Luthfi Bin Ali Yahya yang merupakan mantan Ketua MUI Jateng dan pengurus Syuriah PBNU. Saat itu, Habib Thohir Husin sedang bersama istrinya yang kebetulan menggunakan hijab atau jilbab bercadar warna serba hitam.

"Saya jengkel, nggak terima. Apalagi mengaku Islam dan mengaku bernama Muhammad," ungkapnya sambil memperlihatkan bukti laporanya kepada wartawan.

Adzanta merasa sakit hati dengan perlakuan Erik yang tiba-tiba datang menghampirinya kemudian mengusir dirinya dan saudaranya untuk keluar dari mal. Alasannya pun tak logis, Erik menyatakan bahwa mal ini bukan untuk orang muslim karena banyak menjual daging babi.

"Dia mengusir sambil bilang get out, get out. Orang Islam tidak boleh berbelanja di sini. Di sini banyak makanan yang mengandung babi. Saya jelaskan kalau dirinya sudah menghina dan menistakan agama malah menantang dan mengaku orang Islam dan mengaku bernama Muhammad. Saya jengkel. Padahal namanya Erik," ujar Adzanta.

(mdk/rnd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP