Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Wiranto: Unjuk rasa 2 Desember jangan mengganggu eksistensi negara

Wiranto: Unjuk rasa 2 Desember jangan mengganggu eksistensi negara Wiranto. ©2014 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto berharap tidak ada aksi unjuk rasa pada 2 Desember 2016 menuntut kelanjutan kasus penistaan agama yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama. Wiranto mengkhawatirkan aksi susulan dari 4 November 2016 itu dikhawatirkan ditunggangi oleh pihak tertentu yang memecah belah bangsa.

"Jangan sampai kemudian ada pihak-pihak tertentu yang kemudian membuat suatu aksi yang justru mengganggu ketertiban dan ketenangan umum," kata Wiranto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (18/11).

Menurut dia, sebetulnya aksi unjuk rasa 2 Desember 2016 tidak perlu terjadi. Sebab tuntutan massa sudah dipenuhi kepolisian bahkan hingga saat ini penyidik tengah melengkapi berkas perkara Ahok untuk segera dilimpahkan ke Kejaksaan.

Wiranto mengingatkan, massa aksi susulan nantinya tidak memuat agenda lain selain kasus penistaan terhadap Islam. Wiranto tak ingin agenda lain itu malah mengulang sejarah masa lalu.

"Harus kita pisahkan betul antara demonstrasi yang betul-betul demonstrasi, menuntut keadilan, dengan demonstrasi yang punya 'arah yang lain' yang mengganggu ketenangan, ketertiban dan eksistensi negara. Tentu kita belajar dari masa lalu, tidak terulang untuk menghadapi hal-hal yang memecah kita sebagai bangsa," kata dia.

Sejumlah ormas yang tergabung dalam Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) berencana kembali turun ke jalan pada 2 Desember mendatang. Tujuan demo masih sama dengan sebelumnya terkait dugaan penistaan agama yang dilakukan tersangka Ahok.

"Karena Ahok tidak segera ditahan, maka Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI akan gelar aksi damai pada 2 Desember 2016. Aksi damai doa untuk negeri," kata Jubir Front Pembela Islam (FPI), Munarman, dalam jumpa pers di Gedung AQL Islamic Center, Tebet Utara 1, Jakarta Selatan, Jumat (18/11).

Lokasi demo tak lagi di kawasan Jl Medan Merdeka. Mereka akan berdemo di sepanjang jalan protokol Sudirman hingga Thamrin, Jakarta Pusat.

"Tagline bersatu dan berdoa untuk negeri," jelasnya.

Dikatakan dia, dalam demo itu akan dilakukan Salat Jumat bersama di sekitaran bundaran Hotel Indonesia.

"Kemudian Istigasah bersama. Sepanjang jalan protokol Sudirman hingga Thamrin," kata dia.

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP