Wiranto tepis kabar dirinya pernah dilarang ke AS
Merdeka.com - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo ditolak masuk ke Amerika Serikat. Padahal tujuan kunjungan Gatot untuk menghadiri cara Chiefs of Defense Conference on Country Violent Extremist Organization (VEOs) atas undangan Pangab Amerika Serikat Jenderal Joseph F. Durford, Jr.
Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, Wiranto, sudah meminta Menlu Retno untuk terus berkoordinasi dengan pihak AS tentang pelarangan tersebut.
"Kita sudah minta klarifikasi kepada pihak Amerika Serikat, saya sudah koordinasi dengan Menteri Luar Negeri. Dan Menteri Luar Negeri sudah memberikan suatu surat klarifikasi apa sebabnya, saya gak bisa mendahului dan masih ditunggu," kata Wiranto usai menghadiri acara rapat koordinasi Pilkada Serentak 2018 bersama Kemendagri di Hotel Kartika Chandra, Jl Jenderal Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Senin (23/10).
Isu pelarangan Jenderal TNI mengunjungi Amerika Serikat juga sempat dialamatkan pada Jenderal (Purn) Wiranto yang dulu pernah menjabat Panglima TNI tahun 1998 - 1999. Namun, saat ditanya, Wiranto membantah hal tersebut.
"Belum saya belum pernah mengalami (dilarang ke Amerika Serikat) seperti itu. Nanti kita lihat, tunggu saja," singkatnya.
Gatot sebelumnya sudah berada di ruang tunggu bersama istrinya dan delegasi. Namun saat akan naik pesawat Emirates dari Jakarta, Panglima TNI dilarang berangkat. Padahal, Jenderal Gatot sudah mengantongi visa Amerika Serikat dan undangan resmi dari Panglima Tentara Gabungan AS Jenderal Joseph Dunford.
Atas insiden ini, Duta Besar AS untuk Indonesia Joseph Donovan telah meminta maaf. Namun Kedubes AS tak menjelaskan kenapa Panglima TNI sampai ditolak.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya