Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Wiranto: Napi teroris menyiksa, membunuh dengan keji di luar batas kemanusiaan

Wiranto: Napi teroris menyiksa, membunuh dengan keji di luar batas kemanusiaan Kerusuhan Mako Brimob. ©Humas Polri

Merdeka.com - Menko Polhukam Wiranto tegas menyebut bahwa tidak ada toleransi terhadap aksi terorisme yang menyandera dan membunuh lima polisi secara keji di Rutan Mako Brimob Kelapa Dua Depok. Wiranto menyebut aksi para napi itu di luar batas kemanusiaan.

"Mereka melakukan aksi menyandera, merampas senjata, menyiksa, bahkan membunuh dengan keji aparat keamanan dengan cara-cara yang keji di luar batas kemanusiaan," kata Wiranto di Mako Brimob Mabes Polri, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Kamis (10/5).

Pemerintah, kata Wiranto, memilih sikap tegas merespons aksi-aksi terorisme di Indonesia, tanpa toleransi dan tidak pandang bulu.

Sebelumnya, Wakapolri Komjen Syafruddin mengatakan 155 tahanan terorisme menyerahkan diri setelah membuat kerusuhan di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok. Kini seluruh napi dibawa ke Nusakambangan.

"Dipindahkan ke Nusakambangan. Sedang dalam perjalanan, seluruhnya," ucap Komjen Syafruddin.

Seperti diketahui, napi teroris mulai berulah sejak Selasa (8/5) kemarin sekitar pukul 19.00 WIB. Pemicunya soal makanan yang dikirim dari pihak keluarganya. Napi teroris atas nama Wawan menjadi provokator kerusuhan berdarah ini.

Lima polisi gugur. Mereka adalah Iptu Luar Biasa Anumerta Yudi Rospuji, Aipda Luar Biasa Anumerta Denny Setiadi, Briptu Luar Biasa Anumerta Wahyu Catur Pamungkas, Briptu Luar Biasa Anumerta Syukron Fadhli dan Briptu Luar Biasa Anumerta Fandy Nugroho.

Total ada 156 tahanan terorisme yang menyandera 9 orang polisi. Satu napi teroris yang tewas karena melakukan perlawanan adalah Abu Ibrahim alias Beny Syamsu. 155 sisanya menyerahkan diri.

Reporter: Fachrur Rozie

Sumber: Liputan6.com (mdk/did)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP