Wiranto minta demo 313 tidak menakuti masyarakat
Merdeka.com - Sejumlah ormas Islam yang tergabung dalam Forum Umat Islam (FUI) berniat kembali turun ke jalan melakukan aksi pada Jumat (31/3). Dalam aksi yang disebut 313 tersebut, mereka kembali meminta agar Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dicopot dari jabatannya sebagai Gubernur DKI Jakarta dan dipenjara karena telah menyandang status terdakwa dalam kasus dugaan penistaan agama.
Menko Polhukam Wiranto tak masalah jika sejumlah ormas Islam kembali melakukan aksi. Asalkan taat pada aturan yaitu meminta izin dahulu ke kepolisian dan harus mampu menggelar aksi secara damai tanpa kericuhan. Wiranto berharap peserta aksi tak membuat tindakan yang seolah-olah menakuti masyarakat.
"Demo yang menakuti rakyat membuat khawatir tentu merugikan kita, merugikan masyarakat juga. Masyarakat tenang jangan ikut-ikutan, sebab ini sudah jelas sasarannya bagaimana," kata Wiranto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (29/3).
Wiranto mengatakan demonstrasi merupakan hak bagi setiap warga negara. Namun, bukan berarti, diperbolehkannya demonstrasi justru membuat peserta cenderung kebablasan sehingga mengganggu orang lain.
"Demonstrasi kebebasan di negeri ini. Kebebasan ada batasnya. Jangan sampai kebebasan disalahgunakan untuk ganggu orang lain. Itu yang penting. Demonstrasi boleh, sesuai etika, sesuai aturan dilaksanakan dengan tertib," ujarnya.
Sebelumnya, Koordinator lapangan aksi FUI Ustaz Bernard Abdul Jabbar mengatakan, peserta aksi merupakan organisasi peserta aksi bela Islam 2 Desember 2016 lalu. Menurut Abdul Jabbar, tuntutan aksi itu masih sama yakni mendesak Presiden Jokowi memberhentikan Gubernur DKI nonaktif Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok) karena sudah menjadi terdakwa kasus penistaan agama.
"Dalam rangka penegakan tentang perundang-undangan untuk meminta kepada Presiden Jokowi mencopot Ahok sebagai Gubernur Jakarta karena sudah menjadi terdakwa penistaan agama," ujar Abdul Jabbar.
Rencananya aksi tersebut akan dimulai dengan Salat Jumat berjamaah di Masjid Istiqlal kemudian mengarah ke Istana Merdeka. Abdul Jabbar mengatakan, aksi tersebut bakal diikuti sejumlah tokoh ormas Islam dan pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Muhammad Rizieq Syihab.
"Habis Salat Jumat di Istiqlal kemudian longmarch ke istana," katanya.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya