Wiranto diminta Luhut lanjutkan 18 program di Kemenko Polhukam
Merdeka.com - Ketua Umum Partai Hanura Wiranto hari ini resmi dilantik oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi Menko Polhukam menggantikan Luhut Binsar Pandjaitan. Usai dilantik, Wiranto pun langsung menemui Luhut yang kini menjadi Menko Kemaritiman menggantikan Rizal Ramli.
Wiranto mengakui diberikan arahan oleh Luhut terkait tugas-tugas yang akan diemban selama menjabat Menko Polhukam. "Hari ini saya memang bertemu dengan Pak Luhut mantan Menko Polhukam untuk menerima briefing," kata Wiranto usai menemui Luhut di Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Rabu (27/7) malam.
Wiranto menjelaskan banyak hal yang diberikan oleh Luhut untuk persiapan bertugas."Banyak hal yang telah dilakukan Pak Luhut yang telah dilakukan ataupun akrab dilakukan pasti saya harus tahu dong," ungkapnya.
Menurutnya masih banyak tugas atau catatan penting yang harus dilakukan kelak di Polhukam. Namun dirinya belum bisa berkomentar banyak terkait apa saja yang akan dilakukan di Polhukam nanti.
"Besok kita bicarakan setelah Sertijab (Serah terima jabatan)," ungkap dia.
"Banyak hal yang harus kita lakukan, saya hanya akan melanjutkan apa yang akan dijalankan dan tadi penjelasannya memang sangat lengkap sehingga nanti kita akan bertemu lagi nanti dan langkah apa yang dilakukan," kata dia.
Ditemui terpisah, Luhut menjelaskan beberapa tugas yang harus dikerjakan oleh Wiranto. "Ya saya sudah bicara dengan pak Wiranto. Beliau tadi lengkap, tadi saya sudah briefing dan beliau juga sesuai bidang masing-masing. Ada 18 program ini masih on-going misalnya soal Papua," ungkap Luhut.
Diketahui sebelumnya, Luhut digeser menduduki jabatan baru, menjadi Menteri Koordinator Kemaritiman, menggantikan Rizal Ramli.
Sebelum menjadi Menko Polhukam, Luhut sempat menduduki jabatan Kepala Staf Presiden pada masa awal pemerintahan Jokowi. Ketika, era presiden Abdurrahman Wahid, Luhut juga pernah menjabat sebagai Menteri Perdangangan dan Perindustrian.
Sebelumnya kemarin, Selasa (26/7) malam, Presiden Joko Widodo memanggil sejumlah menteri ke Istana Merdeka. Para pembantu presiden yang hadir, antara lain Menteri Perdagangan Thomas Lembong, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Sofyan Djalil, Menteri ESDM Sudirman Said, dan Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Panjaitan.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya