Wawan ngacir saat dicecar soal duit Rp 18 juta di rutan
Merdeka.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan beberapa tahanannya ketahuan menyembunyikan duit di ruang tahanan. Hal itu terungkap saat mereka melakukan inspeksi mendadak pada 15 November 2014.
Salah satu yang kedapatan menyembunyikan duit dengan jumlah paling besar adalah terdakwa kasus suap sengketa pemilihan kepala daerah Lebak dan Banten, Tubagus Chaeri Wardana Chasan alias Wawan. Adik Gubernur non-aktif Banten, Ratu Atut Chosiyah, itu bisa menyembunyikan duit sebesar Rp 18 juta lebih.
Kebetulan hari ini, Jumat (28/11), Wawan diboyong dari Rumah Tahanan KPK cabang Pomdam Jaya, Guntur, Jakarta Selatan ke Gedung KPK. Entah apa keperluannya, tapi awak media langsung mencecar Wawan soal kepemilikan uang itu.
Namun, ketika turun dari kendaraan tahanan dan digelandang masuk ke Gedung KPK dan dicecar soal uang itu Wawan memilih bungkam tapi tersenyum. Dia memilih bergegas menuju lobi. Dia sengaja menundukkan wajah dan sedikit membungkuk menghindari sorotan awak media.
Juru Bicara KPK, Johan Budi, kemarin memaparkan soal temuan uang itu. Sidak itu digelar di dua lokasi rutan, yakni Rutan Cipinang Kelas I cabang KPK dan Rutan KPK cabang Pomdam Jaya, Guntur.
"Yang di rutan C1 (KPK) pria Anas Urbaningrum di tahanan ini sidak 15 November ada uang Rp 900 ribu, Gulat Manurung Rp 902.400, Mamak Jamaksari Rp 106 ribu, Teddy Renyut Rp 400 ribu," ujar Johan.
Sementara di ruang tahanan wanita rutan KPK ditemukan beberapa tahanan menyimpan uang tunai. Antara lain Susi tur Andayani (Rp 1,9 juta) dan Nur Latifah (Rp 100 ribu).
Temuan di Rutan Guntur, kata Johan, lebih mencengangkan lagi. Di tempat itu, adik Ratu Atut Chosiyah, Tubagus Chaeri Wardhana Chasan alias Wawan, menjadi tahanan berkocek paling tebal. Entah bagaimana hal itu bisa lolos dari pengawasan petugas.
"Uang tunai di Rutan KPK Guntur ditemukan dari Tubagus Chaeri Wardhana Rp 18,2 juta," sambung Johan. (mdk/cob)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya