Waspadai Penipuan Pembaharuan Tarif Transfer BRI Lewat Link, Ini Modusnya
Merdeka.com - Tiga warga Tulung Selapan, Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, ditangkap polisi karena melakukan aksi penipuan perbankan dengan modus pembaharuan transfer. Uang ratusan juta rupiah berhasil mereka tilap. Para pelaku adalah DW (21), RP (29), dan AL (23). Perbuatan mereka terungkap dari laporan salah seorang korbannya asal Jawa Barat yang mengalami kerugian Rp250 juta.
Direktur Ditreskrimum Polda Sumsel Kombes Pol M Anwar Reksowidjoyo menjelaskan, kasus ini bermula setelah korban mendapat pesan singkat berisi informasi pembaharuan tarif transaksi aplikasi BRI Mobile pada 6 Juli 2022. Korban keberatan dengan penawaran tersebut sehingga tersangka mengarahkan korban mengisi link yang dikirimkan via pesan.
Di dalam link itu telah tersedia kolom yang ditujukan agar korban menuliskan password, nomor rekening, dan kode OTP. Data itu lalu disadap dan kemudian digunakan tersangka menguras isi rekening korban secara bertahap.
"Komplotan ini melakukan penipuan pembaharuan tarif transfer. Begitu korban mengikuti arahan, saldo rekeningnya pindah ke rekening penampungan milik tersangka," ungkap Anwar, Jumat (12/8).
Jika korban ragu, salah satu tersangka menghubungi dengan mengaku karyawan BRI. Selama dua bulan beraksi, mereka memilih korban secara acak dan dilanjutkan pendekatan jika korban jarang bertransaksi dengan bank lain.
"Sejauh ini mereka mengumpulkan Rp500 juta dari aksi itu, tapi perlu pendalaman lagi," ujarnya.
Dalam menjalankan aksinya, para tersangka membagi tugas dalam menjalankan aksinya. DW berperan sebagai operator, RP bertugas menyediakan rekening yang bakal menampung isi rekening korban, dan AL mengirim pesan singkat kepada korban.
"Kami masih mengejar tiga pelaku lagi yang berkeliaran bebas, yakni RV, AJ dan SN," kata dia.
(mdk/eko)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya