Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Waspada, kolak \'pacar Cina\' banyak zat pewarna

Waspada, kolak \'pacar Cina\' banyak zat pewarna kolak pacar cina. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Memasuki bulan suci Ramadan tentunya banyak fenomena yang tak biasa terjadi di dalamnya. Sebut saja jam kedatangan dan kepulangan kantor yang berubah, berbagai variety show disuguhkan untuk menemani khalayak santap sahur, sampai hidangan khas Ramadan kerap menjamur di sudut ibu kota.

Yap, hidangan khas Ramadan bak menjadi raja di meja makan ataupun di pinggiran ibu kota. Pasalnya hidangan tersebut kerap menjadi 'most wanted' saat bulan puasa. Entah berawal dari mana, namun hidangan seperti, Kurma, kolak pacar Cina, sop buah maupun timun suri sangat dicari masyarakat menjelang waktu berbuka puasa.

Sejumlah pedagang musiman yang memanfaatkan momen tersebut pun bermunculan, dengan niat membantu masyarakat yang terjebak di jalanan ibu kota saat waktu berbuka tiba.

Ironisnya, di bulan yang seharusnya digunakan untuk beribadah dan mengumpulkan pahala sebanyak-banyak ini dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung untuk mencari keuntungan dengan cara-cara yang tidak patut.

Sebut saja Saidah, wanita paruh baya ini rutin menjajakan menu asinan sayur, kolak pacar Cina juga kolak pisang saat bulan Ramadan. Dengan membuka lapak yang tak jauh dari rumahnya di kawasan Minangkabau, Manggarai, Jakarta Selatan, Saidah menawarkan menu khas Ramadan tersebut untuk para pengendara yang masih terjebak di jalan saat adzan Maghrib berkumandang.

"Saya memang biasa dagang di sini kalau bulan puasa, kebetulan rumah saya di belakang sana," tutur Saidah kepada merdeka.com saat ditemui di tempat dia berdagang, Sabtu (4/8).

Namun, usut punya usut setelah melihat tampilan kolak pacar Cina yang menggiurkan, tim merdeka langsung menaruh kecurigaan terhadap kolak yang berwana pink segar tersebut.

"Bu, ini kolak kayanya seger banget yah?" tanya merdeka.

"Oh iya donk mba, jelas. Kan saya pakein pewarna biar menarik," ucap Saidah seraya menutup mulutnya dengan spontan.

Setelah diadakan pendekatan oleh merdeka lebih jauh, barulah Saidah mengakui bahwa kolak pacar cina nya tersebut memang dicampur dengan salah satu zat pewarna kimia, namun yang bersangkutan enggan menyebutkan lebih rinci zat tersebut.

"Ya pokonya setelah air nya matang dan dicampur santan, saya tambahin zat itu mba, biar menarik perhatian pembeli," papar Saidah dengan hati-hati.

Selain dalih agar tampilan lebih menarik pembeli, Saidah pun memakai juga alasan klise.

"Sekarang kan apa-apa udah mahal mbak, kebutuhan banyak, apalagi mau lebaran gini, ditambah saingan di sini juga banyak kan. Ya biar saya untung terus narik perhatian pembeli makanya harus nyuguhin yang beda donk dari yang lain," imbuh Saidah enteng.

Sungguh ironis, lagi-lagi dengan mengatasnamakan karena himpitan ekonomi, pedagang ini tega mencampurkan zat berbahaya ke dalam dagangannya.

Melihat satu contoh pedagang seperti itu, sekarang tinggal Anda para konsumen lah yang harus lebih teliti dan hati-hati dalam memilih jajanan di pasaran. Bukan bermaksud untuk menutup rejeki orang lain, namun melihat efek samping yang dihasilkan dari zat berbahaya tersebut untuk metabolisme tubuh anda, tidak ada salahnya agar lebih berhati-hati. (mdk/war)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP