Waspada jual beli online, menteri, dokter, artis pernah tertipu
Merdeka.com - Jual beli lewat online sangat digemari karena praktis dan mudah. Bermodal koneksi internet di gadget atau desktop, konsumen bisa membeli atau menjual barang yang diinginkan tanpa harus keluar rumah dan kena macet.
Sangat disarankan untuk transaksi cash on delivery (COD) artinya, konsumen melakukan pembayaran saat menerima barang di lokasi yang ditentukan. Dengan cara transaksi tersebut, konsumen dapat mengecek barang yang sudah dipesannya.
Namun konsumen perlu waspada karena tak sedikit seller 'bodong' alias penipu. Karena itu ada istilah recommended seller atau verified seller bagi penjual yang terpercaya. Konsumen jangan terlena barang dengan harga lebih murah dari pasaran, karena kemungkinan besar penjual tersebut adalah penipu.
Jika konsumen tak hati-hati dan terlena dengan harga murah, maka konsumen siap-siap merelakan uangnya terbuang sia-sia. Sudah banyak konsumen yang menjadi korban, termasuk Menpora Roy Suryo yang kena tipu beli sepeda fixie melalui jual beli online. Selain Roy Suryo, ada artis dan polisi pernah tertipu jual beli online, berikut contohnya:
Penyanyi Marcell Siahaan
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comSemakin banyaknya online shop akhir-akhir ini rupanya membuat banyak orang lebih memilih membeli secara online dikarenakan lebih simple dan fleksibel. Pun demikian dengan pendapat penyanyi Marcell Siahaan. Lantas apakah Marcell tak takut dengan penipuan?"Emang banyak ya orang yang menggunakan online shop. Cukup membantu saya untuk dapat barang dengan aman, sesuai pesanan. Namun emang penyelenggara toko online harus bisa dipercaya. Dengan begitu pelanggan merasa dekat dan nyaman. Menimbulkan kepercayaan pelanggan itu penting buat online shop," jelasnya,Bagi mantan suami penyanyi sekaligus penulis novel, Dewi Lestari ini, berbelanja di toko online terkadang membuat lebih mudah untuk mendapatkan barang yang sudah langka. Terutama dengan kaitannya dalam dunia musik, dirinya bisa membeli secara legal."Pernah sih saya mengalami penipuan. Ada yang jual HP dengan harga murah. Untung bukan masalah besar karena bayarnya down payment. Emang sih harga HPnya itu beda jauh. Dapat info dari temen, semuanya tertipu. Nah pengamanan seperti itu belum ada di Indonesia," lanjut Marcell."Pokoknya sering cari info aja ya, browsing tentang online shop yang ada. Kalo ada website tertentu, jangan lupa browsing untuk cari tahu seperti apa. Bisa dipercaya gak?" usainya saat ditemui di Plaza Bapindo, Sudirman, Jakarta Selatan, Kamis (24/11).
Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comMenteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo sedang apes. Dia tertipu penjual bodong di situs OLX.co.id. Saat itu Roy hendak membeli sebuah sepeda fixie seharga satu juta rupiah. Namun setelah membayar, sepeda idaman sang menteri tak kunjung datang. Roy baru sadar sudah tertipu.Polres Indramayu bergerak cepat. Dalam waktu singkat pelaku yang bernama Absori alias Glembo bin Abdul Khanan di ditangkap di rumahnya di Desa Sumur Adem Timur, Blok Janaka, Kecamatan Sukra, Indramayu.Roy pun gembira mendengar kabar ini. Dia langsung berkicau di twitternya. Menurut Roy pelaku bisa ditangkap karena polisi menggunakan sistem IT."Tweeps, Alhamdulillah dengan Petunjuk IT yg tepat (CDRI dsb) Polres Indramayu berhasil menangkap Gembong Penipu Online di OLX," kata Roy, Selasa (2/9).Roy bersyukur penipu online ini bisa dibekuk. Dia tak ingin lagi ada yang tertipu."Publik selamat," ujar Roy senang.
Dokter Gigi
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comWanita yang berprofesi sebagai dokter gigi, Nurul Pudjiastuti warga Cilandak Barat, Jakarta Selatan tertipu saat membeli kucing melalui online shop di tokobagus.com. Akibat kejadian itu, korban kehilangan uang sebesar Rp 3 juta. Dia lantas melaporkan kasus penipuan tersebut dilaporkan ke Mapolres Jakarta Selatan.Kasubag Humas Polres Jakarta Selatan, Komisaris Aswin mengatakan, peristiwa penipuan itu bermula saat korban ingin menambah koleksi kucing di rumahnya, pada Rabu (14/2) kemarin. Melihat ada penawaran kucing dengan harga murah di tokobagus.com, korban kemudian menghubungi nomor telpon si penjual di 0856960460000.Sesuai kesepakatan, kucing tersebut dihargai Rp 3 juta dan pembayaran dilakukan melalui transfer ke rekening BRI atas nama Reski 032801001159533. Si penjual memastikan, kucing yang telah dibelipun akan sampai dalam waktu 12 jam ke rumah Nurul. Namun sudah setelah ditunggu sampai batas waktu yang disepakati, kucing tidak kunjung datang.Merasa jadi korban penipuan, korban langsung melaporkan ke Mapolres Jakarta Selatan, saat itu juga."Korban ingin menambah koleksi kucing saat melihat di media online tokobagus.com ada penawaran kucing murah tanpa pikir panjang langsung menelepon," kata Aswin di kantornya, Jalan Wijaya II, Kebayoran Baru, Kamis (14/2).Kasus itu kini masih dalam tahap penyelidikan.Mencegah kasus serupa terulang, Aswin mengimbau warga untuk berhati-hati dengan situs jual beli online. Masyarakat harus lebih waspada dan selektif sebelum melakukan transaksi di situs online shop."Lebih baik datang langsung dan jangan mudah percaya penjualan lewat online, karena saat ini marak modus penipuan tersebut," imbau Aswin.
Beli HP Rp 2,6 juta malah rugi Rp 202 juta
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comMalang benar nasib Wiriyanti (27), niat mau beli Samsung Galaxy tab 7,7 seharga Rp 2,6 juta malah terpaksa mengeluarkan uang hingga Rp 202.200.000. Pegawai swasta ini terlalu percaya dengan penjualan secara online dari orang yang belum dikenalnya. Karena barang yang dijanjikan tak kunjung datang, Wiriyanti lalu melapor ke Mapolda Riau.Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Riau, AKBP Guntur Aryo Tejo, membenarkan tentang laporan kejadian tersebut. Pihaknya pun sudah menerima laporan dugaan penipuan bisnis online tersebut."Laporan sudah masuk dan akan segera kita tindak lanjuti. Kami sudah memeriksa pelapor, dan terlapor masih dalam lidik," kata Guntur kepada merdeka.com, Rabu (25/12).Data yang dihimpun dari kepolisian menyebutkan, kejadian tersebut bermula pada Senin (17/12) ketika Wiriyanti warga jalan kayu manis no 72 A kecamatan payung sekaki Pekanbaru Riau, memesan Samsung Tab 7,7 kepada orang yang baru dikenalnya lewat jejaring sosial. Pada pertemuan tersebut harga awal disetujui sebesar Rp 2,6 juta.Uang Rp 2,6 juta tersebut ditransfer Wiriyanti ke rekening BCA Atas nama Ahmad Ilham untuk pembayaran 1 unit Samsung tab 7,7 yang dipesannya. Lalu korban menanyakan kepada Ahmad melalui telepon, kapan barang tersebut dikirim. Namun Ahmad menjawab bahwa barang tersebut akan diantar langsung oleh orang bernama Darmono pada Jumat (20/12).Namun tak lama kemudian, seorang laki-laki bernama Supriyadi, yang mengaku anggota polisi, menghubungi Wiriyanti, dia meneror Wiriyanti dengan mengatakan bahwa Samsung Galaxy Tab yang dipesannya merupakan barang ilegal.Tak tahan diperas oleh Supriyadi yang mengaku polisi tersebut, Wiriyanti yang mengalami kerugian dengan total Rp 202.200.000, melaporkan kejadian tersebut ke Mapolda Riau untuk ditindaklanjuti secara hukum."Kasus ini tengah kami selidiki, kami melacak keberadaan Supriyadi, apakah benar dia seorang polisi atau tidak, masih kami selidiki, korban sudah kami periksa usai memberikan laporannya," pungkas Guntur.
(mdk/ded)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya