Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Waspada ancaman mati muda

Waspada ancaman mati muda Ilustrasi keseimbangan manusia. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Sehat itu mahal. Ungkapan itu terdengar biasa. Namun pada dasarnya sarat makna bila benar-benar dipahami tujuannya.

Orang sering kali menganggap sepele sakit yang dirasakan di tubuhnya. 'Obat warung' begitu diistilahkan, dianggap cukup manjur meredakan sakit meski hanya sesaat. Padahal, sakit yang dirasakan saat itu bukan tidak mungkin menjadi persoalan besar di masa yang akan datang.

Bila melihat pola hidup manusia saat ini, terlebih untuk yang tinggal di ibu kota, rasanya memang jauh dari kata sehat. Makanan berlemak, junk food, rokok, minuman beralkohol dan kurangnya istirahat membuat kualitas hidup mereka yang berusia muda mirip manusia lansia.

Ditambah lagi, buruknya kondisi lingkungan salah satunya karena tingkat polusi udara yang tinggi. Selain itu, malasnya meluangkan waktu meski hanya sedikit untuk berolahraga.

Buruknya pola hidup anak muda yang umumnya tinggal perkotaan membuat seseorang menjadi pribadi tidak produktif. Meski sekilas kita menjalani hidup seperti mereka yang sehat, namun tanpa disadari, dampak dari itu semua adalah bibit penyakit yang menimbun di badan.

Perlahan keluhan kecil datang dan mulai mengganggu aktivitas. Tidur yang seharusnya membuat kondisi tubuh lebih baik, nyatanya malah menjadi tak nyaman. Rekreasi yang semula membuat pikiran lebih tenang malah tak ternikmati.

Usia muda yang seharusnya bisa menghasilkan karya tak jarang harus berujung lara. Sebab, energi positif sudah hilang tergantikan benih penyakit yang lama-kelamaan membahayakan. Seperti stroke, jantung, asam urat, kolesterol, maag dan kanker.

Salah satu kasus kematian di usia muda yang bikin kaget adalah meninggalnya penyanyi Mike Mohede. Pria bertubuh gempal itu diduga meninggal karena serangan jantung. Padahal sebelum ajal menjemput, Mike tak mengeluhkan sakit pada bagian tubuhnya. Hanya saja, pada 2007 lalu, dokter pernah mengingatkan kesehatan Mike sangat buruk dilihat dari tingginya kolesterol dan asam urat. Mike meninggal saat tengah tidur sore hari.

Kasus ini menjadi pelajaran buat kita yang berusia muda. Motivator kesehatan, dr Phaidon L Toruan, mengakui gaya hidup anak muda saat ini rentan dengan berbagai penyakit.

"Perhatikan saja, makanan yang dikonsumsi di tempat nongkrong itu sekarang banyak gula dan goreng, hampir tidak ada nongkrong yang makannya rebus-rebusan karena memang tak enak dan enggak trendi. Padahal akibat makanan-makanan seperti itu, akselerasi penyakit kini lebih rentan menyerang anak muda bukan orangtuanya," kata Phaidon saat berbincang santai dengan merdeka.com, pada Jumat (5/8) lalu.

Orangtua seiring dengan usianya, kata dia, memilih pola hidup yang lebih sehat, termasuk untuk urusan makanan. Urusan makanan, mereka berusaha memilah yang paling sehat, tanpa minyak, gula, dan penyedap rasa.

"Makanan berminyak, garam, mecin dan gula seolah kebutuhan hidup padahal tidak, belum lagi makannya di tempat siap saji. Buat pengusaha, rasa itu penting buat bersaing, sehingga mereka tidak lagi pikirkan kesehatan, yang dicari unik," tambahnya.

Itu sebabnya, dia berharap pola hidup semacam ini harus segera ditinggalkan. Bila tidak, bersiaplah banyak penyakit yang datang menggerogoti dan bukan tak mungkin menyebabkan kematian.

Walaupun urusan mati di tangan Tuhan, amun menjadikan hidup lebih sehat dan bermanfaat adalah kewajiban semua manusia. Sebab di dalam tubuh yang kuat terdapat jiwa yang sehat.

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP