Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Wasit Nurul Ditangkap, Polisi Periksa Pemain Persibara & PS Pasuruan

Wasit Nurul Ditangkap, Polisi Periksa Pemain Persibara & PS Pasuruan Brigjen Dedi Prasetyo. ©2018 Liputan6.com/Nafiysul Qodar

Merdeka.com - Polisi bakal memeriksa semua pihak terkait pertandingan Persibara Banjarnegara kontra PS Pasuruan yang berbau skandal pengaturan skor. Official, pemain, wasit, hingga pengamat sepak bola bakal diperiksa terkait kasus yang menjadi sorotan publik tersebut.

"(Yang akan diperiksa) pelatih, pemain Persibara, pihak lawan PS Pasuruan pelatih dan pemainnya juga," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di kantornya, Jakarta, Selasa (8/1).

Dalam perkara ini, Satgas Antimafia Bola Polri baru saja menangkap tersangka Nurul Safarid. Wasit yang memimpin laga Persibara kontra PS Pasuruan itu diduga menerima suap Rp 45 juta untuk memenangkan salah satu tim.

Sebelum Nurul, polisi lebih dulu menetapkan empat tersangka dalam kasus pengaturan skor yang dilaporkan mantan Manajer Persibara Lasmi Indaryani. Keempat tersangka yakni mantan Ketua Asprov PSSI DIY Dwi Irianto alias Mbah Putih, anggota Komite Eksekutif PSSI Johar Lin Eng, mantan anggota Komisi Wasit PSSI Priyanto dan anaknya, Anik Yuni Artika Sari yang merupakan wasit futsal.

Polisi yakin, skandal pengaturan skor ini tidak hanya melibatkan Nurul selaku pengadil lapangan. Dari keterangan Nurul, polisi akan mengusut hingga tuntas siapa pihak-pihak yang memiliki andil pada skandal match fixing tersebut.

"Asisten wasit, wasit cadangan, pengamat dan lain-lain (akan diperiksa). Pengamat dalam kapasitasnya melihat ada yang aneh atau tidak, karena selesai pertandingan kan dia buat berita acara. Apakah pertandingan berjalan normal sesuai SOP atau mencurigakan," ucap Dedi.

Satgas Antimafia Bola dibentuk Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyusul banyaknya aduan masyarakat terkait skandal pengaturan skor sepak bola Indonesia. Skandal pada pertandingan Persibara kontra PS Pasuruan yang ada di Liga 3 ini diyakini sebagai gerbang masuk polisi mengusut sindikat mafia bola di kasta Liga 2, Liga 1, hingga turnamen berskala internasional yang diikuti Timnas Indonesia.

Reporter: Nafiysul QodarSumber : Liputan6.com

(mdk/rhm)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP