Warisan purbakala di Taman Batu
Merdeka.com - Situs geologi dan purbakala di kawasan Citatah tersebar di beberapa titik. Yakni Pasir (bukit) Pawon, Pasir Masigit, dan Pasir Bancana.
Merdeka.com berkesempatan menengoknya. Perjalanan pertama kami putuskan menjelajah di Taman Batu (Stone Garden), di Kampung Girimulya, Desa Gunung Masigit, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat. Ada beberapa rute bisa ditempuh buat sampai ke sana. Pertama, dari Kota Baru Parahyangan, Padalarang, Anda mesti mengarah ke Cianjur.
Kemudian, pintu masuk pertama bisa melalui sebuah jalan terletak di samping kanan (ke arah Cianjur) atau sebelah kiri (menuju Bandung). Hanya saja Anda mesti waspada sebab papan penunjuknya sangat kecil. Patokannya adalah di depan jalan itu terdapat Masjid Al Ikhlas.
Meski demikian, jalan itu sebenarnya hingga saat ini kerap dilintasi truk pengangkut batu kapur. Jadi jangan heran kalau kondisinya rusak berat. Apalagi jalannya cuma tanah. Namun, saat melintas, Anda mesti membayar Rp 10 ribu sebagai retribusi.
Kita akan menyusuri jalan tanah itu sekitar satu kilometer. Di ujungnya menanti sebuah lapangan parkir cukup luas. Buat masuk ke Taman Batu, tarifnya berbeda-beda sesuai keperluan. Hanya saja, jalur mesti dilalui dengan berjalan kaki buat mencapai lokasi cukup singkat dan landai. Sebab, jika berjalan melalui situs Gua Pawon, meski terletak di seberang Taman Batu, Anda mesti melalui jalan cukup terjal sejauh kira-kira 1,5 kilometer. Jika beruntung, Anda akan disambut beberapa kera yang biasa mencari makan. Di kawasan itu memang masih ada habitat kera.
Di bagian puncak, pengunjung akan dimanja dengan pemandangan hamparan batu karst, dipadu embusan angin. Jika beruntung, kita bisa menemukan batuan dengan fosil makhluk laut menempel. Namun sayang, saat kami menyambangi tempat itu kemarin, kondisinya sedang gersang. Ilalang meranggas lantaran kemarau. Apalagi cuaca juga berawan, ditambah kepulan asap dari pabrik pengolahan batu kapur, membikin pemandangan agak suram. Jika cuaca cerah dan langit kebiruan, maka impresinya akan luar biasa indah.
Menurut pengelola Taman Batu dari Kelompok Sadar Wisata, Sukmayadi Suwerna, pengelolaan kawasan wisata itu baru berumur satu tahun, sejak September 2014. Itu pun dilakukan atas persetujuan Kelompok Riset Cekungan Bandung, yang menjelajahi dan melakukan riset di kawasan itu.
"Selama ini kan Pasir Pawon tertutup untuk umum, khusus peneliti saja, jadi ini dibuka menjadi kawasan wisata dan dikelola masyarakat," kata Yadi, sapaan Sukmayadi, saat berbincang dengan merdeka.com.
Yadi mengatakan, pembukaan kawasan wisata Taman Batu sebagai langkah buat menghindarkan kawasan itu dari kepunahan, akibat kegiatan penambangan kapur.
"Jadi timbul ide dari masyarakat, jadi bagaimana kalau penambang yang tergusur dibikin tempat wisata, tapi dengan satu syarat cagar budayanya jangan sampai hancur. Jadi pengelolaannya kita dapat dari gunung, kita kembalikan ke gunung," ucap Yadi.
Hanya saja, menurut Yadi, hingga saat ini pemerintah setempat belum memberikan bantuan apapun.
Yadi mengatakan, Pasir Masigit pun masuk ke dalam zona dilarang melakukan penambangan. Hanya saja, kondisinya sudah rusak akibat penambangan kapur. (mdk/ary)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya