Warga Tionghoa Bekasi berpusat di Pasar Proyek
Merdeka.com - Penduduk Kota Bekasi dikenal heterogen, berbagai macam suku ada di kota yang letak geografisnya berada di timur DKI Jakarta. Termasuk warga keturunan Tionghoa, yang sudah ada sejak zaman kolonial, jumlahnya kini diperkirakan mencapai ribuan.
"Pusatnya di Pasar Proyek, karena mayoritas adalah pedagang," kata Kepala Seksi Sosial Yayasan Pancaran Tri Dharma, Sim Hoat Ming atau Ko Miming saat berbincang dengan merdeka.com, Sabtu (17/2).
Ia menuturkan, Pasar Proyek dulunya dikenal sebagai pasar Lama, pusat perdagangan di Bekasi. Karena itulah, banyak penduduk keturunan Tionghoa di lokasi yang kini masuk wilayah Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur. Pemerintah sempat mewacanakan pasar Proyek jadi kawasan pecinan.
"Di situ juga awal mula berdirinya Klenteng Hok Lay Kiong yang ada di Jalan Kenari, diperkirakan sudah ada sejak abad ke-18 lalu atau sekitar 350 tahun lalu," kata Miming.
Hok Lay Kiong berarti kejayaan. Masyarakat Tionghoa meyakininya. Alhasil, pusat perekonomian di lokasi itu berkembang pesat, mulai dari dagang toge goreng sampai dengan jual beli emas, dan lainnya. Setelah merdeka, pasar lama direvitaliasi menjadi pasar baru. Karena plang ditulis 'Proyek', maka masyarakat setempat menyebutnya Pasar Proyek.
"Karena penduduk keturunan Tionghoa semakin banyak, maka sebagian mencari tempat lain untuk bermukim, di sekitar pasar Proyek sendiri diperkirakan ada 500," kata dia.
Meski telah berpencar, namun warga keturunan Tionghoa berkumpul kembali ketika Imlek. Mereka mendatangi Klenteng Hok Lay Kiong yang ada di Jalan Kenari untuk sembahyang. Imlek pada Jumat lalu, sekitar 3000 orang hadir untuk sembahyang. (mdk/eko)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya