Warga Subang sempat rasakan hujan abu Tangkuban Parahu
Merdeka.com - Gunung Tangkuban Parahu menyemburkan material dan abu vulkanik kemarin. Dampaknya sempat dirasakan warga Subang. Padahal jarak pemukiman warga menuju puncak kawah mencapai 7 kilometer.
Kepala Desa Cicadas Kecamatan Sagalaherang Kabupaten Subang, Alit Solihin, mengatakan hujan abu yang berasal dari kawah ratu Tangkuban Parahu itu menghampiri pemukimannya sekitar pukul 23.00 WIB, Rabu (6/3).
"Sekitar setengah jam lamanya abu menyelimuti," kata Alit, di Pos Pemantau Gunung Api Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Tangkuban Parahu, Kabupaten Bandung Barat, Kamis (7/3).
Meski warga sempat cemas dengan semburan abu, ditambah informasi yang beredar akan status siaga Tangkuban Parahu, tapi warga tetap berusaha tenang. "Warga masih bisa reda dengan informasi-informasi, aktivitas masih normal, dan siskamling tetap jalan," ungkapnya.
Hujan Abu yang sempat menyelimuti pemukimannya itu membuat mata juga pedih. "Dampaknya memang pedih ke mata," terangnya.
Dia mengaku, puncak Gunung yang terkenal dengan kawah ratu tersebut bisa melihat puncak kawah. Kata dia warga juga ada yang melihat percikan api dari atas kawah. "Beberapa warga bisa melihat puncak Tangkuban Parahu dengan jelas," ujarnya.
Sejak dinaikkan statusnya dari Normal ke Waspada pada 21 Februari lalu, paling tidak telah terjadi 5 kali letusan freatik atau mengeluarkan abu dan material dari dalam kawah ratu.
Letusan pertama 21 Februari 2013 terjadi pukul 03.36 WIB, yang menyebabkan terjadinya hujan abu di sekitar bibir kawah. Besarnya abu sekira 3 mm.
Pada 4 Maret 2013 pukul 17:43 WIB, 5 Maret 2013 pukul 01:37 WIB serta pukul 07:45 WIB, 6 Maret 2013 pukul 05:59-06:08 WIB, ketinggian asap sekitar 600 meter dari bibir Kawah Ratu.
Pantauan merdeka.com, Kamis (7/3) sekira pukul 14.00 WIB sekitar kawah ratu memang tidak ada aktivitas sama sekali. Sekitaran kawah tampak hening. Hembusan angin kencang mengiringi abu yang menyelimuti bibir kawah dan juga atap-atap warung. Kecuali hilir mudik petugas BPBD dan Kepolisian yang sesekali memantau aktifitas gunung.
Sementara itu spanduk berisikan dilarang berada di radius 1,5 kilometer sekitar kawah terpajang. Imbauan itu berada di beberapa titik. (mdk/ian)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya