Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Warga sebut beredarnya vaksin palsu di RS Harapan Bunda sejak 2003

Warga sebut beredarnya vaksin palsu di RS Harapan Bunda sejak 2003 Korban vaksin palsu datangi RS Harapan Bunda. ©2016 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Salah satu perwakilan pasien, August Siregar menduga peredaran vaksin palsu di Rumah Sakit Harapan Bunda, Jakarta Timur, sudah terjadi sejak tahun 2003 hingga 2016. Dugaan ini menyusul hasil investigasi Satgas Penanggulangan Vaksin Palsu menyatakan vaksin palsu sudah beredar sejak tahun 2003.

Atas investigasi ini, warga mendesak agar pihak RS Harapan Bunda bertanggungjawab terhadap pasien yang melakukan vaksin sejak tahun 2003 hingga 2016. Sedangkan, Pihak RS Harapan Bunda akan bertanggungjawab terhadap pasien yang menerima vaksin palsu pada periode Maret hingga Juni 2016.

"Kami minta pasien dari tahun 2003 sampai 2016 ini diberikan jaminan. Siapa yang menjamin di luar itu vaksin yang diberikan asli," kata August di RS Harapan Bunda, Jakarta Timur, Jumat (15/7).

Kini, Bareskrim telah menetapkan dokter Indra dan suster Irna yang bekerja di rumah sakit tersebut sebagai tersangka dalam kasus ini. August menyebut, kedua tersangka itu telah bekerja dalam lebih lama dari periode Maret-Juni 2016. Sehingga, ditengarai sudah banyak warga yang melakukan vaksinasi dengan mereka.

"Maka itu, kami minta jaminan pada pasien. Ada anak yang tak bisa bicara juga setelah diberi vaksin (palsu) disini. Itu bagaimana nantinya dia," klaim dia.

Sebelumnya, Ketua Komite Medis RS Harapan Bunda Dokter Seto Hanggoro menyatakan pada poin pertama bahwa RS Harapan Bunda menjamin pasien yang anaknya divaksin di luar periode Maret sampai Juni 2016 dan membayar vaksin ke kasir RS Harapan Bunda bukan ke dokter atau perawat asisten dokter secara pribadi menerima vaksin asli.

"RS Harapan Bunda menjamin bahwa pasien yang divaksin di luar periode Maret sampai dengan Juni 2016 dan membayar vaksin ke RS Harapan Bunda dan bukan ke dokter atau perawat asisten dokter secara pribadi adalah asli," kata Seto, di RS Harapan Bunda, Jakarta Timur, Jumat (15/7).

Pada poin berikutnya, Seto menyebut pihak RS Harapan Bunda akan melakukan pemeriksaan medis kepada pasien yang terindikasi mendapat vaksin palsu.

"Dokter RS Harapan Bunda akan melakukan pemeriksaan ulang untuk pasien yang diindikasikan mendapatkan vaksin ulang. Apakah perlu akan divaksin ulang atau tidak tergantung hasil pemeriksaan dokter," jelasnya.

Jika pasien yang ingin melakukan vaksinasi ulang di luar RS Harapan Bunda, bisa mengajukan reimbursment ke RS Harapan Bunda dengan menunjukan kuitansi. Adapun jam layanan reimbursment dilakukan di hari kerja yaitu pukul 08.00-16.00 WIB.

"Bila pasien pada poin 2 melakukan vaksin ulang di luar RS Harapan Bunda bisa melakukan reimbursement di RS Harapan Bunda dengan menunjukkan kwitansi pada hari kerja di pukul 08.00 WIB - 16.00 WIB," terang Seto.

Terakhir, Seto menambahkan pihak RS Harapan Bunda akan mendirikan posko bagi warga yang ingin anaknya di vaksin ulang untuk periode Maret hingga Juni 2016.

"Disediakan posko yang memberikan data nama pasien yang divaksin di RS Harapan Bunda periode Maret sampai dengan Juni 2016," pungkas dia. (mdk/dan)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP