Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Warga: Rumah bersejarah Bung Karno serem, katanya ada hantu

Warga: Rumah bersejarah Bung Karno serem, katanya ada hantu rumah bersejarah soekarno. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Ada kisah menarik di rumah bersejarah milik keluarga mendiang Purbodiningrat di Jalan Patangpuluhan No 22, Yogyakarta. Meski terletak di pinggir jalan yang cukup ramai, saat malam hari, rumah yang dibuat pada zaman penjajahan tersebut tampak hening dan seram.

Di halaman depan dan samping yang luas dengan pepohonan dan ilalang tumbuh lebat hanya terdengar bunyi jangkrik. Aktivitas manusia hanya terjadi di sebuah bangunan yang berada di belakang rumah utama. Bangunan tersebut adalah garasi dan 3 kamar pembantu dan penunggu rumah.

Pantauan merdeka.com ketika malam hari, rumah tersebut minim penerangan. Di dua pintu masuk bahkan tak terdapat penerangan. Sinar lampu yang hanya remang-remang, terdapat di depan pintu utama, serta pojokan kanan dan kiri rumah. Sementara di bangunan depan yang konon merupakan pos pengamanan, tak ada penerangan sama sekali.

"Kalau saya dengar-dengar dari warga sih memang angker mas. Katanya ada genderuwonya. Tapi saya belum pernah lihat, wong mendekat saja saya takut," ujar Suharyanto (40 th) warga Sindurejan, Patangpuluhan, Kamis (11/7) malam.

Pria yang telah 2 tahun menjadi juru parkir di seberang rumah Purbodiningrat tersebut mengaku tak tahu menahu siapa saja penghuni yang ada di rumah bersejarah tersebut.

Pernyataan Suharyanto tersebut dibenarkan oleh Pipit (31) warga Patangpuluhan. Pria asli Sukoharjo, Jawa Tengah tersebut juga pernah mendengar jika rumah tersebut ada hantunya.

"Kata warga sih begitu. Tapi saya nggak tahu hantu apa yang ada di situ. Saya kan tiap hari berhadapan dengan rumah itu. Serem, kadang suka merinding kalau melihatnya. Dulu kan pernah dipakai syuting acara uji nyali atau apa gitu," ungkapnya.

Namun cerita seram dan berhantu tersebut dibantah oleh Jimin (54) Ketanggungan, Wirobrajan. Jimin yang rumahnya berjarak 20 meter dari rumah tua tersebut tak pernah melihat ada hantu.

"Saya kan sering tidur di sana, selama puluhan tahun. Sejak kecil bahkan. Salah satu penunggu rumah, namanya Wiyono, kan teman saya sejak kecil. Kalau nggak percaya silakan coba tidur di sini," tegasnya.

Ginah (48) juga membantah jika rumah tersebut angker. Wanita yang tinggal sejak lahir di rumah tersebut, tak pernah merasakan hal-hal yang aneh, apalagi ada hantu.

"Orang tua saya dulu juga tinggal di sini. Kakak saya Wiyono dan anak istrinya juga tinggal di sini. Anak-anak saya juga ada. Kami nyaman-nyaman saja, nggak ada hantu atau Gondoruwo," katanya.

Ginah yang setiap hari bertugas sebagai penunggu rumah tersebut mengatakan, mungkin masyarakat yang melihat dari luar memang tampak seram. Namun jika sudah masuk, akan merasakan sendiri, bahwa di rumah tersebut memang tak ada hantunya.

Seperti diberitakan, rumah bersejarah yang disebut pernah menjadi tempat persembunyian Presiden Soekarno di Yogyakarta, dijual lewat situs jual beli tokobagus.com. Rumah itu ditawarkan dengan harga Rp 29.491.000.000.

(mdk/tts)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP