Warga resah TKP bom Semarang tak dijaga polisi
Merdeka.com - Warga sekitar Tempat Kejadian Perkara(TKP) meledaknya bom rangkaian pipa pralon di Pondok Pesantren(Ponpes) sekaligus Panti Asuhan Yayasan Baitusyakur di Jl. Tamtama Barat III No.57 Saptamarga III Semarang merasa resah dan ketakutan.
Selain takut akan terulang kembali kejadian yang sama, saat ini TKP meledaknya bom siang tadi tidak ada satu penjagaan pun dari pihak kepolisian.
Dari pantauan merdeka.com di TKP malam ini, bangunan yang masih dalam proses pembangunan itu masih di police line. Memang ada penjagaan satu petugas polisi yang hanya berlangsung sampai pukul 19.30 WIB saja. Setelah itu satu petugas polisi itu pulang dan meninggalkan tempat meledaknya bom.
"Hanya saya saja mas yang jaga. Tidak tahu kenapa kok hanya dari polsek saja penjagaanya. Tidak ada perintah dari Polrestabes atau Polda. Babinsanya saja tidak diturunkan atau mengajak bersama-sama warga untuk berjaga," tegas anggota kepolisian berpangkat Brigadir ini sebelum meninggalkan TKP kepada merdeka.com, Kamis(15/3).
Keresahan dan ketakutan warga disampaikan oleh Nanang (34), salah seorang warga yang tinggal disebelah TKP. Sebab dilingkunganya baru kali ini terjadi bom meledak.
Padahal sebelumnya tidak ada tanda-tanda terkait meledaknya bom pipa pralon. Malah yang terjadi akhir-akhir ini banyak aksi pencurian yang pelakunya sempat dikejar warga tetapi tidak tertangkap.
"Kaget dan resah dong mas. Kok bisa ada kejadian seperti ini. Mungkin akan kami usulkan ke Pak RT untuk pam swakarsa atau ronda malam atau gimana. Sebab infonya sudah selama dua bulan siskamling atau jaga malam sudah tidak digalakkan lagi disini," ungkap Nanang.
Hingga saat ini belasan warga masih duduk-duduk di luar rumah. Mereka selalu mengawasi gerak-gerik beberapa orang yang asing bagi mereka ketika datang. Termasuk mengawasi datangnya belasan wartawan dan warga luar kampung yang lalu lalang. (mdk/has)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya