Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Warga pulau menyeberang ke Makassar, borong sembako jelang Ramadan

Warga pulau menyeberang ke Makassar, borong sembako jelang Ramadan Ilustrasi warga beli sembako. ©2017 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Warga pulau sekitar Kota Makassar memadati dermaga Kayu Bangkoa di Jalan Pasar Ikan. Mereka memenuhi kapal-kapal kayu yang sesungguhnya hanya berkapasitas 80 orang, berdesak-desakan dengan barang bawaan masing-masing seperti beras dan sayur mayur dan juga sepeda motor yang hendak diseberangkan menuju pulau tujuan antara lain Pulau Kodingareng, Pulau Barrang Caddi dan Pulau Barrang Lompo.

Begitulah pemandangan yang terlihat Jumat pagi tadi, (26/5) sekitar pukul 10.30 wita di dermaga Kayu Bangkoa, jl Pasar Ikan, Kecamatan Ujung Pandang, belakang Makassar Golden Hotel.

Warga pulau berebutan naik ke kapal agar tidak ketinggalan. Terkadang orangnya yang duluan naik, menyusul barangnya didrop oleh tukang becak yang mengangkut sejak dari pasar menuju dermaga.

Pemandangan di dermaga ini betul-betul padat karena warga sengaja datang ke Makassar untuk belanja kebutuhan dapur jelang Ramadan. Selain itu juga, sebagian untuk dijual. Sementara pelayaran kapal berikutnya harus menunggu dua hari lagi.

"Kalau hari biasa, penumpang hanya sekitar 20 orang. Sekarang lebih 100 orang termasuk barang-barangnya. Banyak penumpang karena baru pulang pasar beli sembako lebih banyak sambut puasa pertama besok, " kata Basir, (45), juru mudik kapal KM Rahmat Jaya.

Ongkos kapal satu penumpang dikenakan Rp 15 ribu. Motor juga dikenakan biaya Rp 15 ribu, sementara barang lainnya tidak dikenakan biaya.

"Ongkos kapal tidak kita naikkan, tetap seperti hari biasa, Rp 15 ribu. Karena padat penumpang, yah pendapatan naik sekitar Rp 500 ribu, " tutur Basri yang mengemudikan kapal milik Haji Nu'mang itu seraya menambahkan, rata-rata pelayaran menelan waktu 1 hingga 1,5 jam.

Sanawiah, (40), salah seorang penumpang, warga Pulau Kodingareng yang ditemui di dermaga menuturkan, dia sengaja datang ke Makassar untuk beli kebutuhan dapur lebih banyak dari biasa seperti beras beberapa karung, tomat 2 kg, daun serei dua ikat besar dan sayur mayur lain.

"Sebagian mau dipakai menyambut Ramadan besok, juga sebagian mau dijual di pulau, " kata Sanawiah.

Lain lagi dengan Hajjah Sibollo, (52), warga Pulau Barrang Caddi. Dia ke Makassar, bukan sembako yang diborong melainkan pakaian. Kata dia, masuk Ramadan, banyak warga yang mau beli pakaian baru.

"Saya beli banyak pakaian di Makassar untuk dijual lagi di pulau, " kata Hajjah Sibollo.

(mdk/bal)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP