Warga Malang Terdampak Kemarau Mulai Dapat Asupan Air Bersih
Merdeka.com - Musim kemarau mulai berdampak pada kekeringan dan kesulitan air bersih di Kabupaten Malang. Mata air dan sumur warga sudah mulai mengalami kekeringan sejak seminggu terakhir.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang sudah mulai dropping air bersih untuk beberapa desa. Dropping air akan terus dilakukan sesuai permintaan warga masyarakat.
"Memang sudah mulai kekeringan, sumurnya sekarang sudah tidak keluar air, kering," kata Sekretaris Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Malang Aprillijanto, Jumat (2/8).
PMI di bawah koordinasi BPBD Kabupaten Malang mendapatkan jatah untuk mendropping air di Desa Sumberoto, Kecamatan Donomulyo. Sebanyak 1.200 kepala keluarga atau 3.900 orang warga yang menempati tiga dusun tersebut mendapat dropping air dua hari sekali.
Warga masing-masing dusun mendapatkan dropping air satu mobil tangki atau 5.000 liter. Warga berkumpul di satu titik tertentu dengan membawa wadah masing-masing guna menimbun air bersih tersebut.
"Kemarin itu kita dropping air di 3 dusun masing-masing satu 1 tangki atau 5.000 liter. Dropping air 2 hari sekali, besok kita ke sana," tegasnya.
Desa Sumberoto sendiri memang langganan kekeringan setiap tahun. Bahkan saat puncak kekeringan kebutuhan dropping air bisa sampai 4-6 tangki per hari.
Polres Malang Dropping Air Bersih
Polres Malang secara rutin juga turut dalam pemenuhan kebutuhan air bersih yang dibutuhkan masyarakat. Mobil tangki Polres Malang menjadi langganan masyarakat Donomulyo dalam membantu penyaluran air bersih.
Mobil tersebut selalu terparkir di Polsek Donomulyo Polres Malang dan masyarakat setempat tinggal melaporkan kebutuhan dropping kepada Bhabinkamtibmas.
"Masyarakat tinggal melapor kepada Bhabinkamtibmas, kapan mobil tangki tersebut harus digeser ke desa sesuai lokasi yang membutuhkan air bersih," kata AKP Ainun Djariyah, Kasubag Humas Polres Malang.
Desa yang terlayani oleh mobil tangki Polres Malang di antaranya Desa Sumberoto, Purwodadi, Kedungsalam, Mentaraman Kecamatan Donomulyo. Air bersih untuk droping diambil dari sumber mata air Dusun Mulyosari Desa Donomulyo.
Kepala BPBD Kabupaten Malang, Bambang Istiawan mengatakan, permintaan dropping air diprediksi akan terus bertambah seiring musim kemarau. Hingga saat ini, tiga desa yang sudah mengajukan permintaan secara resmi yang masing-masing di Kecamatan Sumbermanjing Wetan dan Donomulyo.
"Kita sudah dropping dua permintaan tersebut," katanya.
Belajar dari tahun sebelumnya, kata Bambang, 9 Desa tersebar di 7 Kecamatan mengalami kesulitan air bersih. Ketujuh kecamatan tersebut di antaranya Donomulyo, Kalipare, Jabung, Singosari, Sumbermanjing Wetan, Lawang dan Sumber Pucung.
"Kalau tahun lalu 9 Desa di 7 Kecamatan, terus kita pantau luasannya, tergantung musim kemaraunya," pungkasnya.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya