Warga kesal gara-gara sistem satu arah, CFD di Bogor ditiadakan
Merdeka.com - Uji Sistem Satu Arah (SSA) di lingkar Kebun Raya dan Istana Bogor ternyata dikeluhkan warga karena kemacetan yang terjadi semakin parah. Padahal sistem ini dibuat untuk mengurai kepadatan kendaraan di kawasan itu.
Pemberlakuan sistem ini kabarnya akan menghapus program Car Free Day (CFD) di Jalan Raya Jalak Harupat yang biasanya selalu diadakan setiap akhir pekan.
Kepala Bagian Humas Pemkot Bogor, Encep Ali Alhamidi menjelaskan untuk kegiatan CFD di kawasan Jalan Jalak Harupat hanya ditiadakan sementara. Ini dilakukan untuk memberikan kesempatan kepada pengguna jalan menyesuaikan diri dengan Sistem Satu Arah seputar Kebun Raya Bogor. "Berdasarkan hasil Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) Kota Bogor, penerapan CFD ditiadakan sementara," kata Encep, Sabtu (2/4/2016).
Encep memaklumi adanya kebijakan tersebut membuat aktivitas seperti jalan santai dan olahraga di CFD menjadi terganggu. Biasanya, CFD berlangsung di setiap hari Minggu di Jalan Jalak Harupat, dimulai pukul 06.00 hingga 09.00 WIB.
Warga memanfaatkan CFD untuk berolahraga dan berkumpul bersama keluarga. Sebab di momen CFD, kendaraan bermotor dilarang melintasi tiga kawasan tersebut.
Kebijakan tersebut menuai reaksi keras dari masyarakat yang biasa memanfaatkan CFD sebagai salah satu sarana paling efisien dan efektif untuk hiburan maupun olahraga.
"Kebijakan pemerintah sekarang sudah sangat membingungkan dan merugikan. Sistem Satu Arah (SSA) nya bikin macet parah. Sekarang Car Free Day dihilangkan. Maunya Apa sih walikota Bogor ini," keluh Kartinah, 47, warga Sempur Kaler, Bogor Tengah, Kota Bogor, Sabtu (02/04/2016).
Sementara itu, pada hari kedua penerapan uji coba sistem satu arah, ada beberapa ruas jalan mengalami kemacetan parah. Mulai dari Jalan Raya Pajajaran, Jalan Empang, Ciapus, Kapten Muslihat, Paledang, Pandu Raya, RE Martadinata, Ahmad Yani, Pandu Raya hingga Jalan KS Tubun mulai dari Warung Jambu hingga Simpang Pomad, Bogor Utara, Kota Bogor terjadi antrean kendaraan.
Bahkan, saat uji coba hari pertama, Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto banyak digunjing khususnya sopir angkot.
NS, 34, sorang sopir angkot yang sedang melintas perlahan karena terjebak macet hingga satu jam lebih di kawasan Tugu Kujang berteriak meluapkan kekesalannya pada wali kota.
"Iya tadi saya melihat ada sopir angkot deket Tugu Kujang sambil lewat meneriaki walikota," ujar WW warga Bogor yang melihat langsung insiden tersebut.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya