Warga keluhkan tumpukan sampah di depan SMK Perguruan Cikini
Merdeka.com - Kali Cikini atau saluran Penghubung Layar di sepanjang Perum Nyiur Melambai III, Rawa Badak Selatan, Koja, Jakarta Utara penuh dengan sampah. Sampah itu menumpuk dan tidak bisa mengalir karena tertahan beberapa beton penahan tembok gedung SMK Perguruan Cikini.
Suparno (52), warga Jalan Alur Laut Raya RT 06/07, Rawabadak Selatan, menjelaskan penumpukan sampah tersebut terjadi setiap kali hujan turun. Di kali itu terdapat beberapa beton yang membentang hampir setiap 6 meter. Beton itu berfungsi sebagai penahan dinding SMK Cikini yang berada di sisi sepanjang kali.
"Jadi beton-beton pondasi itu, menghambat sampah yang mengalir, makanya jadi menumpuk," kata Suparno kepada merdeka.com, Jakarta, Jumat (24/5).
Suparno menambahkan biasanya petugas kebersihan yang memakai truk hanya datang dua minggu sekali. "Yah jarang-jarang datangnya petugas, yang kami keluhkan bau sampahnya yang engga nahan," imbuhnya.
Pantauan merdeka.com, beberapa petugas memakai sebuah truk sedang membersihkan kali tersebut. Kali yang Bermuara ke Waduk Rawabadak yang hanya berjarak kurang lebih 300 meter dari tumpukan sampah tersebut. (mdk/hhw)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya