Warga Karimun yang terkena DBD bertambah menjadi 180 orang
Merdeka.com - Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, mencatat penderita demam berdarah sejak Januari 2016 hingga 5 Februari terus bertambah menjadi 180 orang. Berdasarkan data yang dihimpun dari Bidang Pemberantasan Penyakit Menular Dinkes Karimun, jumlah tersebut bertambah dari data sehari sebelumnya yang tercatat 108 orang.
Berdasarkan kecamatan, jumlah warga yang positif terserang DBD antara lain di Kecamatan Tebing 30 orang, Karimun 15 orang, Meral 18, Moro (Desa Nyiur Permai) 13, Kundur 9, Moro 8, Meral Barat 7, Buru dan Kecamatan Kundur Barat masing-masing 4 orang.
Berdasarkan desa atau kelurahan, maka Kelurahan Tebing Kecamatan Tebing merupakan paling banyak dengan 12 orang, Kelurahan Tanjungbatu Kecamatan Kundur dengan 11 orang, dan Kelurahan Teluk Uma Tebing dengan 9 orang.
"Kami tidak bosan-bosannya mengimbau dan mengajak warga masyarakat untuk bergotong royong membersihkan lingkungan. Kami menginginkan Karimun tidak lagi status Kejadian Luar Biasa Demam Berdarah Dengue (KLB DBD)," kata Kepala Dinas Kesehatan Karimun Sensissiana di Tanjung Balai Karimun, dilansir Antara, Jumat (5/2).
Sensissiana mengaku dirinya ikut turun langsung bergotong royong di kawasan yang rawan terjangkit DBD untuk memotivasi warga untuk ikut serta memberantas sarang nyamuk.
Menggiatkan Gerakan 4M Plus, Menguras, Menutup, Mengubur, Menabur Abate dan memantau lingkungan agar bebas dari sarang nyamuk, menurut dia cara yang paling efektif untuk mencegah mewabahnya penyakit akibat gigitan nyamuk Aedes aegipty.
"Untuk menabur abate, warga bisa mendapatkan abate di puskesmas-puskesmas atau pegawai kesehatan," kata dia.
Dia kembali mengajak warga masyarakat segera memeriksakan diri ke dokter, rumah sakit atau puskesmas jika mengalami gejala terjangkit DBD.
"Jangan biarkan demam panas tinggi sampai dua hari, cepat ke puskesmas untuk memastikan tidak terserang DBD," kata dia. (mdk/dan)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya