Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Warga Karawang rebutan air bersih

Warga Karawang rebutan air bersih Krisis air bersih di Karawang. ©2018 Merdeka.com/Bram Salam

Merdeka.com - Krisis air bersih akibat kemarau yang melanda Kabupaten Karawang terutama di bagian selatan daerah itu dirasa kian parah. Sumber air bersih mulai dari sumur, mata air hingga telaga mengering.

Warga Palasari Desa Kutalanggeng di kawasan Gunung Sirnalanggeng, Kecamatan Tegalwaru, Karawang, berebut air bersih saat tiga mobil tangki air memasuki wilayah tersebut, Kamis (3/7).

Warga rela antrean dan berdesakan untuk mendapatkan air bersih. Warga datang dengan membawa ember, jeriken hingga tong dan drum.

krisis air bersih di karawang

"Ya mau tidak mau harus antre gini, kalau tidak begini ya tidak punya air," kata Amah (53).

Amah menuturkan, krisis air bersih sudah terjadi satu bulan terakhir. Meski berdesak-desakan, warga mengaku senang karena mereka bisa mendapatkan air secara gratis.

"Kalau ada bantuan begini tidak apa-apa biar harus berebut tapi kan gratis, jadi tidak lagi mengeluarkan uang," ujar warga lain, Mae.

Sementara itu, pihak kecamatan setempat menyebutkan krisis air bersih terparah terjadi di wilayah selatan Kabupaten Karawang. Hingga awal Agustus tercatat 6 dari 9 Desa di Kecamatan Tegalwaru terdampak kekeringan dan krisis air. BPDB menyebutkan, daerah itu kini kondisinya kritis.

krisis air bersih di karawang

"Sampai saat ini ada 17 dusun yang mengalami kekeringan. Dari 6 Desa yang Terdampak kekeringan ," kata Camat Tegalwaru Mahpudin.

Dijelaskan Mahpudin, sebagian besar telaga dan sumur warga di wilayahnya sudah mengering.

"Dampaknya harga air begitu mahal. harga air melalui truk tanki di daerah terjauh, seperti di Desa Terdampak kekeringan mencapai Rp 90.000 per torn ukuran Volume air 500 liter," jelas Mahpudin.

(mdk/noe)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP