Warga Jateng Selatan diminta waspadai curah hujan ekstrem
Merdeka.com - Warga di wilayah Jawa Tengah bagian selatan diminta mewaspadai pada awal musim penghujan di bulan November ini. Dalam catatan Stasiun Meteorologi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Cilacap, pada akhir pekan lalu telah terjadi hujan ekstrem berintensitas 130 milimeter.
Kepala Kelompok Teknisi Stasiun Meteorologi BMKG Cilacap, Teguh Wardoyo mengemukakan hujan ekstrem tersebut terjadi, Jumat (6/11).
"Dalam 24 jam terakhir, intensitas hujan tercatat di kisaran 41 milimeter. Kami perkirakan curah hujan tinggi terjadi di bulan November untuk wilayah Jateng selatan," katanya, Selasa (10/11).
Lebih jauh, dia mengemukakan berdasarkan prakiraan curah hujan pada November akan mencapai 400 hingga 500 milimeter. Dengan demikian, dia meminta agar pemerintah kabupaten di wilayah Jawa Tengah bagian selatan untuk waspada adanya kemungkinan bencana longsor dan banjir.
"Kami minta kepada pemkab dan masyarakat untuk mewaspadai kemungkinan bencana banjir dan longsor. Sebab, curah hujan diperkirakan cukup tinggi," ujarnya.
Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara melaporkan adanya rekahan longsor yang terjadi pada Jumat-Minggu (6-8/11) mencapai 60 meter. Lebar rekahan mencapai satu hingga dua meter dengan kedalaman sekitar satu hingga dua meter. Hingga menyebabkan kemiringan sekitar 40 derajat.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya