Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Warga diminta tak potong hewan ternak mati mendadak

Warga diminta tak potong hewan ternak mati mendadak Ilustrasi hewan kurban. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Kasus antraks terjadi beberapa waktu lalu di Kabupaten Kulonprogo dan Sleman, membuat masyarakat harus meningkatkan kewaspadaannya. Untuk menghindari penyebaran antraks, masyarakat diharapkan mengetahui ciri-ciri hewan terkena antraks.

Ketua Departemen Kesehatan Masyarakat Veteriner, Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) UGM, drh. Heru Susteya, menyebut bahwa antraks berbahaya pada hewan ternak. Sebab, bakteri antraks dapat membentuk spora dalam tanah dan dapat bertahan hingga puluhan tahun.

Antraks biasanya menyerang hewan berdarah panas dan hewan memamah biak maupun hewan herbivora. "Biasanya menyerang sapi, kambing, domba dan kerbau. Penyebab antraks bakteri binatang dan bisa menular ke manusia," ujar Heru, Sabtu (21/1).

Heru menerangkan bahwa hewan terkena antraks mempunyai ciri-ciri demam yang tinggi. Sakit luar biasa pada bagian pinggang; Kepala dibentukkan atau diputar-putarkan dan dalam waktu 10 jam sampai 36 jam akan mati dengan tanda-tanda keluar darah hitam di seluruh lubang alami.

"Apabila masyarakat menemukan hewan ternak mati mendadak dan memiliki ciri-ciri tersebut diimbau untuk segera melaporkan ke pos kesehatan hewan," jelas Heru.

Heru menambahkan bahwa masyarakat diimbau untuk tidak menyembelih dan mengonsumsi hewan ternak yang sakit. Masyarakat juga diimbau untuk menyembelih hewan ternak di rumah pemotongan hewan.

"Ciri daging yang aman dikonsumsi adalah berwarna merah segar dan tidak berbau anyir," pungkas Heru.

(mdk/ang)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP