Warga Dihajar Saat Penggusuran Tamansari, DPR Minta Kapolda Jabar Dicopot
Merdeka.com - Wakil Ketua Komisi III DPR RI Desmond J Mahesa menyoroti kegiatan penggusuran di Tamansari, Bandung yang diwarnai kericuhan. Dia mengecam kekerasan yang dilakukan anggota kepolisian terhadap warga.
"Saya kecam ini. Masyarakat yang tidak bawa senjata, tidak melawan pun kok digebuk? Begitu loh," kata dia, saat ditemui, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (13/12).
Dia pun menyoroti soal keberpihakan Polri kepada masyarakat. Tindakan tersebut, ungkap dia, malah menunjukkan wajah berbeda dari institusi Polri. Apalagi masyarakat dunia baru saja merayakan Hari HAM se-dunia, pada 10 Desember lalu.
"Wajah kepolisian kan tidak seperti ini harusnya. Ada apa? Persoalannya polisi melindungi siapa? Melindungi pengusaha, Pemerintahan dalam rangka penggusuran?" ungkapnya.
Desmond pun secara khusus menyoroti kiprah Kapolda Jawa Barat, Irjen Rudy Sufahriadi. Menurut dia evaluasi harus dilakukan. Dia bahkan meminta Kapolda Jawa Barat diganti.
"Kalau itu wajah polisi rusak begitu loh. Dan saya protes keras ini khususnya kepada Kapolda Jawa Barat ya Pak Rudi. Iya harus dievaluasi, Kapoldanya harus turun. Harus diganti oleh Idham (Kapolri Jenderal Pol Idham Azis)," tegas Desmond.
"(Polisi) Ya harusnya bikin wajah teduh. Agar pemerintahan Pak Jokowi lebih tenang. Bukan mempertontonkan hal-hal yang keras kaya gini. Kalau menurut saya Kapolri harus copot Kapolda Jawa Barat," tandasnya.
Ricuh
Diketahui, Pemerintah Kota Bandung mengeksekusi bangunan di kawasan RW 11, Kelurahan Tamansari. Penggusuran dilakukan sebagai langkah penertiban aset lahan untuk melanjutkan proyek pembangunan rumah deret. Proses penggusuran mendapat penolakan dari warga. Warga menilai status hukum lahan masih berproses di pengadilan.
Dari pantauan, suasana panas sudah dimulai saat ratusan anggota Satpol PP dari Pemerintah Kota Bandung dibantu anggota Polisi dan TNI mendatangi lokasi. Akses masuk menuju kawasan pemukiman ditutup. Petugas dan perwakilan warga sempat melakukan dialog
Pihak warga meminta pemerintah menunda penggusuran karena mereka belum memiliki tempat tinggal pengganti. Sedangkan Satpol PP menggunakan argumen menjalankan perintah dari atasan.
Akhirnya, Satpol PP memasuki kawasan warga. Beberapa bangunan dirobohkan dengan alat berat. Resistensi warga terhadap pembongkaran bangunan mendapat bantuan dari kelompok pemuda dengan atribut serba hitam.
Di tengah proses pembongkaran, banyak warga yang berteriak meminta penggusuran tidak dilakukan. "Tidak punya hati kalian," teriak salah seorang warga.
Di titik lain, anggota Satpol PP dan sejumlah pemuda terlibat bentrok. Beberapa di antara mereka terlihat melemparkan benda di antara kerumunan. Polisi mengamankan sejumlah orang untuk dimintai keterangan ke Mapolrestabes Bandung.
(mdk/eko)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya