Warga Boyolali kaget wilayahnya dijadikan tempat eksekusi mati
Merdeka.com - Sejumlah warga Boyolali yang ditemui merdeka.com mengaku terkejut wilayahnya dijadikan tempat eksekusi hukuman mati, terpidana kasus penyelundupan narkoba. Pasalnya selama ini di Kota Susu tersebut belum pernah ada eksekusi. Apalagi yang dieksekusi tersebut merupakan warga negara asing.
"Kaget sih mas, baru kali ini soalnya, sebelumnya nggak pernah ada. Kalau di Nusakambangan mungkin sudah pernah dengar saya," ujar Budiman (37) warga Jalan Merapi, Boyolali.
Budiman yang sehari-hari berjualan jus buah tersebut mengaku kaget, kotanya dijadikan tempat pelaksanaan eksekusi. Dia mengaku deg-degan dan khawatir menunggu saat-saat eksekusi dilakukan.
"Yang saya dengar nanti malam, semoga aman mas. Tapi sebagai warga biasa, saya was-was juga. Baru pertama kali soalnya," katanya.
Ungkapan sama disampaikan Margono (44) warga Pengging. Ia sangat terkejut mendengar kabar eksekusi itu. Meski dari media massa, namun, kata dia, warga di sekeliling rumahnya sebagian besar sudah mengetahuinya.
"Kemarin baca media online, terus juga denger-denger dari warga, tetangga juga. Kalau kasusnya tau sih sedikit-sedikit. Dulu waktu ditangkap dan persidangan sering baca di koran," ucapnya.
Meski sudah mengetahui kasus tersebut, Margono tak menyangka jika Tran Thi Bich Hanh akan dieksekusi mati. Apalagi tempatnya di Boyolali.
Sementara itu hingga pukul 14.00 WIB, belum ada tanda-tanda Tran akan dipindahkan ke Rutan Boyolali. Suasana di rutan yang ada di Jalan Merbabu No. 15 tersebut juga masih tampak lengang.
Kepala Rutan Boyolali Ahmad Chudori bahkan telah meninggalkan rutan sejak pukul 12.30. Ia mengaku, hingga siang ini belum ada perintah atau surat penitipan terpidana ke Rutan Boyolali. Meski demikian ia mengaku sudah menyiapkan kamar khusus untuk Tran.
"Pada dasarnya kami sudah siap untuk dititipi. Ada satu kamar di belakang yang dulu dipakai dia saat menjadi tahanan," katanya.
Terkait keamanan, jika Tran benar-benar dititipkan ke rutan, Chudori mengaku belum berkoordinasi dengan kepolisian. Namun ia mengatakan, pengamanan tersebut secara otomatis akan dikoordinasikan, jika sudah ada kepastian penitipan.
(mdk/ian)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya