Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Warga bersitegang akibat aksi main hakim di Magelang

Warga bersitegang akibat aksi main hakim di Magelang Bentrok Ampera. Merdeka.com

Merdeka.com - Kabar meninggalnya Bima akibat dihakimi warga Dusun Mbrengkel, Desan Salaman, Kecamatan Salaman karena mencuri menyebar ke kampung halaman ABG 16 tahun tersebut. Tidak terima dengan perlakukan warga Mbrengkel, ratusan tetangga Bima beramai-ramai mendatangi Dusun Mbrengkel.

Bima sendiri adalah warga Desa Margoyoso, Kecamatan Salaman. Ratusan warga Desa Margoyoso malam ini langsung mendatangi Dusun Mbrengkel.

Ratusan warga sekitar pukul 21.00 WIB mendatangi Kantor Kepala Desa Salaman, Kecamatan Salaman sambil membawa pentungan dan senjata tajam berupa celurit, pedang, golok dan parang naik satu truk dan enam mobil sedan stasion dan pick-up.

"Intinya kami tidak terima dengan perlakuan warga yang tega mengeroyok Bima anak kecil sampai tewas. Apalagi kami dengar Bima mendapatkan penyiksaaan juga. Mencuri memang salah. Tapi kan tidak harus main hakim sendiri. Kami minta pak polisi untuk menangkap pelaku pengeroyokan Bima," ujar Suroso Kepala Desa Margoyoso yang memimpin rombongan warga. Senin (5/8).

Sampai dini hari ini, suasana mencekam terjadi di sekitar Dusun Mbrengkel, Desa Salaman. Ratusan warga masih berada di sekitar Kantor Desa Salaman. Mereka masih melakukan negosiasi dengan pihak kepolisian Polres Magelang dan aparat Desa Salaman.

Sebanyak dua truk polisi dari satuan Shabara Polres Magelang mengamankan situasi untuk mengantisipasi terjadinya tawuran antar warga Dusun Mbrengkel, Desa Salaman dan warga Desa Margoyoso, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang, Jateng. (mdk/hhw)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP