Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Warga Batak menari Tor-tor di depan Konjen Malaysia

Warga Batak menari Tor-tor di depan Konjen Malaysia Tarian tor-tor. merdeka.com/tanobatak.files.wordpress.com

Merdeka.com - Ratusan mahasiswa dan masyarakat Tapanuli berunjuk rasa di depan Konsulat Jenderal Malaysia di Jalan P Diponegoro, Medan, Rabu (20/6). Mereka memprotes upaya negeri Jiran itu untuk menjadikan Tor-tor dan Gordang Sambilan sebagai warisan budayanya.

"Kami tidak setuju budaya kami diklaim Malaysia," kata Christian Napitupulu, koordinator aksi dari Komunitas Mahasiswa Pencinta Budaya Batak (KMPBP).

Selain berorasi, demonstran juga menyanyikan lagu "Tano Batak" beramai-ramai. Kemudian, diiringi musik khas Batak, mahasiswa dan demonstran yang mengenakan pakaian adat Batak Manortor (menari tor-tor) bersama di Jalan P Diponegoro. Mereka membentuk barisan memutari kendaraan yang membawa pemain musik. Akibat aksi ini, sebagian Jalan Imam Bonjol Medan terpaksa ditutup.

Para demonstran kemudian ditemui Konsul Muda Malaysia di Medan Nur Hajar bin Aziz. Dia menyatakan, sikap pengunjuk rasa akan disampaikan kepada pemerintahnya.

Namun, Nur tidak mau berkomentar saat ditanya soal klaim pemerintahnya terhadap Tor-tor dan Gordang Sambilan. "Itu bukan wewenang saya. Sikap bapak-bapak akan kami sampaikan ke pemerintah Malaysia. Horas," ucapnya.

Setelah ditemui Nur Hajar bin Azis, pengunjuk rasa bergerak ke Kantor Gubernur Sumut. Di tempat ini, mereka kembali melakukan aksi unjuk rasa.  (mdk/has)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP