Warga Banyuwangi dan TNI AD tawuran gara-gara kecelakaan
Merdeka.com - Anggota Batalyon Infanteri Raider bentrok dengan warga di Banyuwangi. Penyebabnya hanya karena masalah lalu lintas. Subdetasemen Polisi Militer Banyuwangi, Jatim, telah memeriksa tujuh anggota Batalyon Infanteri Raider karena terlibat bentrok dengan warga.
Komandan Subdenpom Banyuwangi Lettu (CPM) Eko Karnawan mengatakan tujuh anggota batalyon yang bermarkas di Kabupaten Bondowoso itu berpangkat prajurit.
"Selain itu, kami juga memeriksa tiga orang saksi yang merupakan warga yang diduga mengetahui peristiwa bentrok dengan anggota TNI tersebut," ujar Eko, Senin (16/7). Demikian ditulis antara.
Dia mengemukakan ketujuh prajurit di bawah satuan Kostrad itu terlibat bentrok dengan warga di kawasan Wongsorejo, Banyuwangi, Jatim.
Informasi lain menyebutkan, saat itu rombongan prajurit Raider naik mobil dari arah Kota Situbondo menuju ke Banyuwangi yang kemudian bertabrakan dengan truk milik warga di kawasan Asembagus, Kabupaten Situbondo. Keributan berlanjut hingga ke kawasan Banyuwangi.
Menurut Lettu Eko, pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap anggota TNI AD tersebut, dan secepatnya berkas pemeriksaan akan diserahkan ke proses hukum lebih lanjut jika sudah rampung.
Selain melakukan pemeriksaan terhadap saksi dan anggota TNI, pihaknya juga berkoordinasi dengan pimpinan di Batalyon Infanteri Raider di Bondowoso. "Ya kami sudah melaporkan bahwa ada anggota Yonif Raider yang kami periksa," tukasnya. (mdk/ian)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya