Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Warga Banda Aceh tolak penghancuran kapal situs tsunami

Warga Banda Aceh tolak penghancuran kapal situs tsunami kapal aceh. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Warga Gampong Punge Blangcut, Kecamatan Jaya Baru, Kota Banda Aceh, menolak upaya penghancuran dua kapal menjadi situs tsunami di gampong tersebut. Ramzah, tokoh pemuda Gampong Punge Blangcut, di Banda Aceh, Rabu, mengatakan penghadangan ini sebagai upaya menyelamatkan jejak sejarah tsunami yang terjadi delapan tahun silam.

"Kami menolak dua kapal ini dihancurkan. Ini bukti sejarah tsunami yang melanda Aceh 26 Desember 2004 yang akan diwariskan kepada generasi mendatang," ungkap Ramzah seperti dikutip dari Antara, Rabu (23/1).

Ramzah mengatakan, dua kapal milik Kesatuan Penjaga Laut dan Pantai (KPLP) terdampar setelah diseret tsunami dari Pelabuhan Ulee Lhee, Banda Aceh, yang jaraknya sekitar tiga kilometer. Lokasi kedua kapal KPLP terdampar tersebut jaraknya sekitar 500 meter dari tempat terdamparnya Kapal Apung milik PLN yang kini dijadikan objek tsunami.

Setelah delapan tahun, kata dia, kapal aset negara ini dilelang. Pemenang lelang ingin mengambil kapal tersebut dengan jalan memotongnya. Namun, warga menolaknya karena ingin mempertahankan bukti bencana dahsyat tersebut.

"Dua kapal ini terdampar di tanah warga seluas 800 meter persegi. Lima pemilik tanah tidak mempermasalahkan keberadaan kapal tersebut. Malah, mereka ingin kedua kapal itu jadi situs tsunami," katanya.

Sementara, Riza Fahlevi, warga lainnya mengatakan, masyarakat Gampong Punge Blang Cut merasa kecewa atas sikap si pemenang lelang yang tidak menepati janjinya.

"Masyarakat dan pemenang lelang kapal ini pernah duduk membahas masalah ini. Dalam pertemuan itu, si pemenang lelang setuju untuk tidak memotong kapal menjadi bagian kecil-kecil. Malah dia siap menghibahkan kapal apabila lokasi ini dipugar jadi situs tsunami," katanya.

Namun, lanjut dia, si pemenang lelang, Selasa (23/1) kembali mendatangi kedua kapal tersebut membawa alat potong. Akan tetapi, upaya ini digagalkan masyarakat. Bahkan si pemenang lelang sempat memotong bagian belakang salah satu kapal.

"Ini yang ketiga kalinya si pemenang lelang hendak memotong kedua kapal tersebut Kami siap mempertahankan dua kapal ini untuk tidak dihancurkan sebagai bukti kepada anak cucu bahwa tsunami pernah menghancurkan gampong ini," kata Riza Fahlevi. (mdk/hhw)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP