Warga anggap pertikaian Ahok vs DPRD Bekasi mirip anak kecil
Merdeka.com - Sejumlah warga Bekasi menilai perseteruan antara DPRD Bekasi dengan Gubernur Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau kerap disapa Ahok, tidak mencerminkan kedewasaan pemimpin. Malah menurut mereka, ketegangan antara keduanya lebih mirip sikap anak-anak.
"Saling ancam sudah seperti anak kecil saja. Orang-orang cerdas seperti itu enggak bisa menyelesaikan persoalan yang terjadi," kata warga Rawalumbu, Mamat (30), Jumat (23/10).
Menurut Mamat, yang membuat Ahok tersinggung adalah DPRD Bekasi akan memanggilnya. Penyebabnya, Jakarta dituding melakukan pelanggaran dalam nota kesepahaman soal pengelolaan Tempat Pembuangan Sampah Bantargebang.
"Ahok tersinggung, gara-gara akan dipanggil. Kata-kata panggil ini yang membuat tersinggung, konotasinya kasar, seolah-olah pelaku pelanggaran berat. Kecuali, DPRD undang Ahok, kalau pakai kata undang, mungkin Ahok enggak tersinggung," ujar Mamat.
Merespon rencana pemanggilan itu, Ahok menjadi geram. Namun, Ahok malah menebar ancaman, mulai dari tantangan penutupan TPST Bantargebang hingga melarang warga Bekasi kerja di Jakarta, meskipun belakangan dia malah meralatnya.
Mendapatkan ancaman itu, DPRD Bekasi pun juga naik pitam. Mereka malah menantang balik Ahok dan memintanya tak banyak bicara.
Salah satu tokoh masyarakat di Bekasi, Suhendi mengatakan, sebaiknya persoalan sampah diselesaikan dengan kepala dingin. Dia meminta kedua belah pihak duduk bersama memecahkan persoalan.
"Jangan bawa-bawa nama warga, jangan dijadikan warga sebagai tameng. Apalagi jumlah penduduk warga Bekasi kini sekitar 2,4 juta. Terkesannya politis," kata warga asal Jatiasih ini.
(mdk/ary)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya