Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Wapres Ma'ruf Nilai UMKM Salah Satu Pendorong Utama Pemulihan Ekonomi Nasional

Wapres Ma'ruf Nilai UMKM Salah Satu Pendorong Utama Pemulihan Ekonomi Nasional Wapres akan Terima Gelar Honoris Causa dari UNJ. ©2020 Merdeka.com/Genan

Merdeka.com - Wakil Presiden, Ma'ruf Amin, menilai peran UMKM penting dalam kondisi pemulihan krisis. Menurutnya, UMKM berdampak 97 persen terhadap penyerapan tenaga kerja, 60 persen terhadap PDB nasional, penyumbang 58 persen dari total investasi, dan 14 persen dari total ekspor.

Oleh karena itu, sektor UMKM khususnya usaha mikro dan kecil (UMK) jadi salah satu pendorong utama pemulihan ekonomi nasional di tengah pandemi Covid-19.

"Dalam kondisi krisis seperti saat ini, sektor keuangan tidak dapat menjadi akselerator pemulihan ekonomi karena korporasi mengurangi aktivitas produksi dan investasi, maka sektor UMK-lah yang menjadi salah satu pendorong utama," kata Ma'ruf saat memberikan sambutan pada Webinar Series Indonesia Islamic Festival (IIFEST) 2020 lewat virtual, Kamis (26/11).

Ma'ruf menyebut, pengembangan UMK juga termasuk dalam prioritas pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. Ekonomi dan keuangan syariah difokuskan pada empat hal yaitu pengembangan dan perluasan industri produk halal, keuangan syariah, dana sosial syariah, dan kegiatan usaha syariah yang sebagian besar terkait dengan UMK.

"Dalam kondisi krisis maupun pasca krisis, kita tetap harus memperkuat kapasitas pelaku usaha bisnis syariah skala mikro, kecil dan menengah. Terutama dalam melayani kebutuhan dasar masyarakat selama pandemi," terangnya.

Ma'ruf mencontohkan, penguatan tersebut dapat dilakukan antara lain dengan memfasilitasi pelaku UMK agar dapat melanjutkan produksi. Serta memperluas pangsa pasar dan memasarkan produknya secara efisien.

Selain itu, Ma'ruf juga mendorong pemanfaatan teknologi digital untuk UMK. Sebab, saat ini beberapa market place telah memfasilitasi para pelaku UMK tersebut agar dapat menjual produknya secara online.

"Hasil survei Bank Dunia menunjukkan bahwa kegiatan ekonomi yang memanfaatkan teknologi digital ini, atau melakukan aktivitas pemasaran secara online, mengalami penurunan lebih kecil dibandingkan dengan mereka yang tidak melakukan pemasaran secara online," pungkas Ma'ruf.

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP