Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Wapres JK sebut terorisme dan radikalisme muncul karena kemarahan

Wapres JK sebut terorisme dan radikalisme muncul karena kemarahan Wapres Jusuf Kalla. ©2015 Merdeka.com/Dok JK

Merdeka.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai terorisme dan radikalisme muncul karena kemarahan tidak bisa mencapai sesuatu. Contohnya di Timur Tengah, kelompok Negara Islam Irak dan Suriah melakukan teror karena warganya melakukan kemarahan.

"Semua terorisme timbul dari negara gagal. Afghanistan gagal timbul Al-Qaeda, Irak dan Suriah gagal timbul ISIS karena marah. Pertanyaannya siapa yang hancurkan tiga negeri itu? Negara-negara besar," kata Jusuf Kalla dalam sambutan pembukaan muktamar III Wahdah Islamiyah di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Selasa (19/7).

Selain itu, JK berkata penembakan warga di Dallas, Amerika Serikat karena pelaku marah, namun tak dinyatakan teror. Padahal lima orang tewas ditembak oleh pelaku yang tak bertanggungjawab.

"Kemarahan itu lintas agama. Apa yang terjadi di Dallas Amerika, di Lousiana, menembak tiga-lima orang. Kenapa itu tidak dikatakan terror? Karena kemarahan. Kenapa kita menembak? Karena kemarahan," kata dia.

Meski demikian, kata dia radikalisme dan terorisme bisa diselesaikan dengan pemikiran yang baik dan wasathiyah (tidak berlebihan). Sebab, jika ada teroris yang membunuh diri akan masuk surga merupakan kesalahan besar.

"Saya katakan di Ambon, membunuh wanita, anak-anak, menebang pohon itu tidak boleh dalam Islam apalagi membunuh sembarangan. Nah inilah ideologi harus diselesaikan ideologi," tandasnya.

(mdk/hhw)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP