Wapres JK Harap Suasana Indonesia Aman
Merdeka.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengikuti buka puasa bersama dengan Ikatan Cendekiawan Muslim (ICMI) di Istana Wakil Presiden, Jakarta Pusat, Selasa (21/5). Dalam sambutannya, JK meminta suasana di bulan Ramadan khususnya saat Nuzulul Quran yang jatuh pada 22 Mei, besok berjalan dengan aman. Terlebih pasca pengumuman rekapitulasi suara Pilpres 2019 di KPU hari ini berharap bisa selalu aman dan kondusif.
"Tentu pada bulan suci Ramadan ini, apalagi besok 17 Ramadan kan, jadi nuzulul Quran, mudah-mudahan dengan Nuzulul Quran ini semuanya adem ayem, saya pikir akan damai, biasa Indonesia seperti itu. Mudah-mudahan saja," katanya saat memberikan sambutan di hadapan anggota ICMI di Kantor Wapres, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (21/5).
Hal sedana juga diharapkan oleh Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), Jimly Asshiddiqie yang meminta agar suasana setelah pemilu serentak bisa aman dan terkendali. Karena itu, Jimly meminta kepada seluruh masyarakat agar tetap menjaga.
"Apalagi suasana tegang ini, sesudah pemilu serentak ini, memang suasana ini harus kita kendorkan, semua lini kaum muslimin anak bangsa kita," ujarnya.
Jimly pun sempat menceritakan kondisi saat ini membuat hatinya takut lantaran aksi di Bawaslu pada sore hari tadi. Namun dia yakin kondisi aman lantaran ada pihak Polisi dan TNI dan menjaga. Dia pun berharap kondisi aman dan terkendali bisa terjadi di Indonesia.
"Ya mudah-mudahan besok juga begitu, lebih banyak polisinya daripada demonstran. Ya kita sudah mengimbau dimana-dimana jangan ada demonstran," kata Jimly.
Namun dia juga meminta kepada seluruh pihak agar menghormati seluruh hasilnya. Dan memiliki rasa sabar. Karena itu menurut Jimly perlu ada tokoh-tokoh yang bisa membawa kearah yang lebih baik.
"Karena itu kita musti sabar, Oleh karena kita butuh tokoh-tokoh yang bisa ngayomi semua, Pak JK mudah-mudahan terus bersama kita walaupun nanti 20 Oktober pagi sudah nggak wapres lagi, tapi tenaga, pikiran dan wibawanya masih diperlukan oleh bangsa ini," ungkap Jimly.
Jimly juga mengingatkan kepada publik agar tidak terlalu senang dahulu. Saat ini menurut dia masih ada Jusuf Kalla sebagai wakil Presiden hingga tanggal 20 Oktober.
"Kqita pun musti ingat Wapres RI resmi masih sampai 20 Okt pagi, masih lima bulan. jangan gara2 pemilu seolah-olah sudah selesai. ucapan selamat sudah dimana-mana. Ini kita harus membiasakan diri tertib dalam bekerja sebagai sebuah negara," ungkap Jimly. (mdk/fik)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya