Wanita di Sukaraja Bogor Ditusuk Pria Mengaku Petugas Sensus, Ini Penjelasan BPS
Merdeka.com - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bogor angkat bicara seusai adanya kasus penusukan yang dilakukan pria yang mengaku sebagai petugas sensus penduduk terhadap seorang perempuan warga Sukaraja. Mereka memastikan pelaku bukan petugas sensus.
"Kami pastikan itu bukan petugas sensus. Kami minta masyarakat lebih berhati-hati. Karena petugas yang resmi dilengkapi dengan tanda pengenal resmi dan atribut lainnya," kata Kepala BPS Kabupaten Bogor Gandari Adianti Aju Fatimah, Jumat (21/10).
BPS sedikit khawatir masyarakat jadi menolak kedatangan petugas sensus akibat kejadian ini. Apalagi saat ini mereka tengah melakukan sensus Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek).
Ciri-Ciri Petugas Resmi
Untuk memudahkan warga mengenali, Gandari menegaskan petugas resmi memiliki ciri-ciri khusus. Mereka dilengkapi tanda pengenal dengan bertuliskan Petugas Pendataan Awal Regsosek 2022, tepat di bawah nama petugas dan terdapat barcode yang bisa dipindai.
"Para petugas juga memiliki surat tugas resmi yang yang ditandatangani oleh Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Bogor," jelasnya.
Bahkan, para petugas pun diwajibkan didampingi dengan RT setempat atau warga yang sudah diperintahkan RT untuk mendampingi melakukan sensus penduduk.
Kronologi Penusukan
Sebelumnya, warga Desa Cimandala, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, T (20) ditusuk orang tidak dikenal pada Kamis (20/10). Pelaku diketahui berpura-pura jadi petugas sensus penduduk.
Kapolsek Sukaraja Kompol Darmawan mengungkapkan, penusukan terjadi pada Kamis (20/10) pagi sekitar pukul 08.00 WIB. Ketika itu, korban sedang sendiri di rumahnya, lalu didatangi lelaki yang berpura-pura sebagai petugas sensus.
"Dia sendirian di rumah, datang pelaku berpura-pura sebagai petugas sensus. Saat korban menghubungi orang tua lewat telepon, pelaku kemudian melakukan pemukulan," jelas Darmawan, Jumat (21/10).
Korban yang melakukan perlawanan, kemudian ditusuk oleh pelaku yang lantas melarikan diri. Namun, korban tidak mengenal pelaku yang mengenakan masker dan topi kupluk.
Kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku penusukan. "Saat ini korban dirawat di RS FMC, (dia diselamatkan) saat tetangga mendengar teriakan korban. Saat ini masih penanganan medis," jelas Darmawan.
(mdk/yan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya