Wamenkum selidiki dugaan pemerasan aktor Hollywood
Merdeka.com - Wamenkum HAM Denny Indrayana mengaku sudah mendengar kabar tentang dugaan pemerasan petugas imigrasi terhadap aktor Hollywood, Taylor Kitsch. Dia berjanji tidak akan memberi ampun kepada petugas jika pemerasan itu terbukti.
"Saya dan menteri akan melakukan penyelidikan dan mengambil tindakan, tidak akan ada ampun," kata Denny Indrayana.
Hal itu disampaikan Denny usai rapat bidang Polhukam di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (5/3).
Denny mengaku sudah mendapat informasi soal dugaan pemerasan itu via SMS dan twitter. "Dan kalau ada masukan dari masyarakat harus kita investigasi," ujar Denny.
Menurut Denny, investigasi dilakukan bukan karena yang mengalami dugaan pemerasan adalah orang asing. Setiap informasi dugaan pelanggaran, kata dia, akan ditelusuri pihaknya.
"Kita akan selidiki dan dalami, kalau terbukti kita ambil tindakan," tegasnya.
Seperti dilansir dari laman Inquirer, dugaan pemerasan itu terjadi saat Taylor sedang berada di Indonesia untuk keperluan shooting film SAVAGES. Namun karena buku visanya penuh, petugas pun kebingungan memberikan stempel sehingga memberikan ijin masuk untuk Taylor. Tak ayal, Taylor pun bingung dibuatnya.
Taylor pun berusaha menjelaskan bahwa dirinya adalah aktor Hollywood yang sedang dalam tugas shooting di Indonesia. Taylor tak kehabisan akal dan menunjukkan trailer filmnya, JOHN CARTER, yang saat itu terekam di iPhone miliknya.
"Bisa kasih iPhone itu padaku?" demikian ungkap Taylor yang menirukan ucapan si petugas.
Setelah menyerahkan iPhone miliknya, petugas pun membiarkan Taylor lewat. Keseluruhan cerita itu diungkapkan Taylor saat menjalani sesi wawancara untuk CBS.com. (mdk/ren)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya