Wamenkes: Tidak ada acara bagi-bagi kondom di SMA dan kampus
Merdeka.com - Wakil Menteri Kesehatan Ali Ghufron Mukti menjelaskan, kegiatan Pekan Kondom Nasional dimaksudkan untuk melakukan pendekatan pengendalian HIV/AIDS. Di mana, proses sosialisasi dilakukan secara komprehensif dari tingkat hulu ke hilir.
"Kita ingin pendekatan pengendalian HIV/AIDS komprehensif dari hulu ke hilir. Bagaimana kita tingkatkan moralitas bangsa, tidak didorong terjadinya hubungan seks di luar nikah, dengan berbagai macam partner. Bagaimana suami istri saling percaya, dan bagaimana pendekatan di pekerja seks termasuk mereka yang berisiko," jelas Ali Ghufron saat dikonfirmasi merdeka.com, Selasa (3/12).
Dengan alasan itu, dirinya membantah ada upaya bagi-bagi kondom yang dilakukan penyelenggara acara kepada pelajar SMA maupun mahasiswa di perguruan tinggi. Hal itu pun dia konfirmasikan langsung kepada panitia Pekan Kondom Nasional.
"Bukan terus kemudian kita juga tiba-tiba bagi-bagi kondom di sekolah-sekolah. Setelah panitia kita panggil, katanya tidak ada bagi-bagi kondom di sekolah dan perguruan tinggi, yang ada memberikan riset pendidikan dan edukasi," ungkap dia.
Menurutnya, langkah ini sangat penting guna memberikan pemahaman mengenai bahaya virus HIV/AIDS. Apalagi, penyebarannya saat ini sudah cukup mengkhawatirkan, karena juga menjangkiti ibu rumah tangga sehingga membutuhkan perhatian serius.
"Tapi upaya harus tepat, akurat dan kemudian juga memperhatikan sensitivitas masyarakat. Dengan demikian bisa dikendalikan HIV/AIDS, tapi dengan cara-cara yang tepat," tegasnya. (mdk/tyo)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya